Pawai disambut antusias, Bupati Kotim soroti masalah ini

id Pawai disambut antusias, Bupati Kotim soroti masalah ini,HUT RI,Bupati Kotim,Supian Hadi,Sampit,Kotawaringin Timur

Kreasi unik dan menarik yang ditampilkan peserta mendapat apresiasi masyarakat yang menyaksikan pawai pembangunan, Minggu (18/8/2019). (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Pawai pembangunan memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah disambut antusias peserta dan masyarakat, namun ada hal yang menjadi sorotan Bupati H Supian Hadi.

"Saya bingung tahun ini sebenarnya temanya apa. Dua tahun terakhir sudah bagus. Perlu kita susun tema sehingga peserta itu mengikuti sesuai tema, termasuk hiasan-hiasannya. Saya orang seni, tapi tadi bingung melihat apa temanya tadi," kata Supian Hadi usai pawai yang dimulai di depan rumah jabatan bupati di Jalan Achmad Yani Sampit, Minggu.

Pawai pembangunan tahun ini berlangsung meriah. Tahun lalu peserta hanya 186 kelompok, tahun ini meningkat menjadi 277 kelompok dan itu pun terpaksa dibatasi oleh panitia karena menghindari hal tidak diinginkan akibat peserta terlalu banyak.

Masyarakat dari berbagai kecamatan datang menyaksikan acara tahunan ini. Ribuan warga memadati sepanjang rute yang dilalui peserta. Tahun ini rute peserta dibelokkan ke Jalan S Parman menuju Taman Kota lantaran Jalan Achmad Yani sedang ada perbaikan drainase sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran acara.

Supian mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja keras panitia dan partisipasi peserta serta masyarakat. Dia berharap setiap tahun terjadi peningkatan kualitas sehingga kegiatan rutin ini bisa menjadi salah satu event yang selalu ditunggu masyarakat dan mendukung sektor pariwisata.

Kehadiran sejumlah pejabat, mulai dari kepala desa, lurah, camat hingga kepala dinas yang ikut langsung menjadi peserta pawai dengan berjalan cukup jauh, juga mendapat apresiasi.

Supian menilai hal itu bentuk keseriusan para pejabat dalam menjaga hubungan dengan staf dan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah.
Keikutsertaan peserta sepeda hias kalangan pelajar juga mendapat respons. Supian bahkan meminta kategori sepeda hias diperluas dengan melibatkan peserta mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga SMA.

Dia juga memberikan pujian terhadap peserta yang mengenakan pakaian terbuat dari bahan daur ulang dan dedaunan. Selain unik dan menarik, penampilan tersebut memberikan banyak teladan bagi masyarakat yang menyaksikan tentang memanfaatkan sampah serta menjaga kelestarian lingkungan.

Salah satu hal yang menjadi catatan Supian adalah penampilan kelompok seni bela diri. Atraksi yang ditampilkan dinilai perlu dievaluasi karena konsep pawai adalah untuk hiburan, bukan untuk unjuk kemampuan.

"Kita evaluasi ada yang atraksi menggunakan senjata tajam. Tadi sempat masyarakat agak ngeri melihatnya. Ini perlu kita pikirkan, misalnya diganti alat berupa kayu atau jangan pakai benda tajam supaya jangan sampai membuat orang takut. Acara ini untuk menghibur, bukan untuk membuat takut," ujar Supian.
Kesenian reog turut meramaikan pawai pembangunan di Sampit memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Minggu (18/8/2019). (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sementara itu Rudi, salah seorang warga mengaku senang karena jumlah peserta pawai tahun ini jauh lebih banyak. Namun dia mengkritik karena kreasi yang ditampilkan justru terbilang minim jika dibanding jumlah peserta.

"Kebanyakan kelompok peserta seperti dari instansi pemerintah itu terkesan hanya sekadar memenuhi kewajiban ikut menjadi peserta. Mereka cuma pakai seragam kaos baru, topi dan lainnya, tapi tidak ada hal unik atau menarik yang diusung. Kita ini datang jauh-jauh dan rela berpanas-panasan karena ingin melihat yang unik dan menarik, bukan cuma menonton rombongan orang berjalan kaki," kata Rudi.

Khusus instansi pemerintah, Rudi hanya memuji rombongan peserta dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang menurutnya memang benar-benar mempersiapkan diri dan menampilkan kreasi unik serta menarik dalam pawai pembangunan tersebut.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar