Ditetapkan jadi tersangka, warga Sei Hanyu gugat praperadilan Polsek Kapuas Hulu

id Kuala Kapuas,Warga Sei Hanyu,warga Sei Hanyu gugat praperadilan Polsek Kapuas Hulu , warga Sei Hanyu gugat praperadilan,Parlin Bayu Hutabarat,kapuas

Foto Ilustrasi - Tahanan (Ist)

Kuala Kapuas (ANTARA) - Salah satu warga Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah Broery alias Wiwit (38) menggugat praperadilan atas Polsek Kapuas hulu di Pengadilan Negeri setempat, karena diduga tanpa adanya alat bukti kuat yang disangkakan kepada pelaku atas pencurian rumah kosong yang terjadi pada 6 April 2019 lalu.

"Broery mengajukan praperadilan akibat penetapan tersangka, penangkapan, penahan, penggeledahan dan penyitaan mobil miliknya oleh pemohon Polsek Kapuas Hulu," kata kuasa hukum Broery, Parlin Bayu Hutabarat di Kapuas, Senin.

Praperadilan ini dilakukan, kata Parlin, hanya ingin menguji kasus yang menimpa terhadap kliennya yang dituduhkan pelaku pencurian oleh Polsek Kapuas Hulu, namun tanpa adanya alat bukti kuat yang mengacu kepada penetapan tersangka pelaku pencurian.

"Kenapa ini diuji?, sebab klien kami merasa ada yang janggal dan tidak cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka. Artinya kasus ini bisa dikatakan dipaksakan," tandas Parlin.

Parlin mengatakan, bahwa kliennya sudah menjalani tahanan selama 102 hari, dan berkas ini tidak bisa di tahap duakan. Oleh sebab itu, pihaknya mengajukan praperadilan untuk mencari kepastian hukum, apakah ini memang harus disidangkan atau mau di SP3-kan, maka kita uji itu semuanya," terangnya.

Baca juga: Puluhan warga Kapuas keracunan usai hadiri pesta perkawinan

Parlin menambahkan, dalam proses yang dialami kliennya itu, termohon dalam hal ini Polsek Kapuas Hulu menyatakan ada rekaman CCTV. "Nah ini kita uji mana rekaman CCTVnya kalau memang termohon terbukti mencuri. Sampai saat ini dan pemeriksaan olah TKP tidak pernah ditunjukkan kepada kita," katanya.

Jadi pasal yang dituduhkan itu, kata Parlin, yakni pasal 362 junto 363 artinya dituduh mencuri, padahal klien kami ini tidak pernah merasa mencuri. Kalau menurut keterangan termohon, itu dituduh mencuri sound system, bensin dan jeriken. 

Sementara klien kami tidak pernah melakukan pencurian itu dan dipaksa untuk mengakui, ini yang akan kita uji kembali," tambahnya.

Dalam kasus yang menimpa kliennya tersebut, pihaknya juga meminta untuk dilakukan rehabilitasi dan minta ganti rugia akibat ditahannya Broery selama 102 hari. “Kita minta pemulihan nama baik karena ditahan 102 hari itu sudah menghilangkan kebebasan, menghilangkan hak untuk berkumpul bersama keluarga," ucapnya.

Parlin menjelaskan, bahwa kliennya yang disangkakan itu sebagai pelaku pencurian oleh Polsek Kapuas Hulu, atas berdasarkan keterangan dari dua orang terduga pelaku pencurian yang ditangkap terlebih dahulu yaitu Diky dan Dede. Atas dasar itulah, Broery lalu ditangkap oleh pihak petugas kepolisian di kediamannya.

Baca juga: Penghuni Rutan Kapuas sudah melebihi kapasitas

"Tetapi dalam perjalanannya dan proses olah TKP yang dihadiri oleh jaksa pada saat itu, Diky maupun Dede ini membantah keterlibatan Broery. Jangankan pak Broery,  Dede pun merasa tidak pernah melakukan pencurian, dan akhirnya sampai hari ini tidak ada terjadinya tahap dua terkait berkas ini," jelasnya.

Oleh karena itulah, pihaknya mengajukan gugatan praperadilan kepada Polsek Kapuas Hulu ke PN Kapuas dan ingin menguji kembali kasus tersebut, sehingga menyebabkan kliennya menjadi tersangka.

Sementara terkait praperadilan yang dilakukan terhadap pemohon, Kapolsek Kapuas Hulu Iptu Bimasa Zebua saat dikonfirmasi Antara Kalteng membenarkan, bahwa pihaknya di praperadilan oleh pihak pemohon yang merasa keberatan atas dasar penahan terhadap dirinya yang menjalani selama 102 hari dan merasa dirugikan.

"Praperadilan itu hak setiap warga apabila merasa dirugikan, dan itu sesuai peraturan yang berlaku, ya kita jalani aja dululah prosesnya," ucap Bimasa Zebua.

Saat ditanya, berapa orang yang mempraperadilan terhadap kasus ini, Bimasa mengatakan, dari tiga yang diamankan sebagai terduga pelaku, hanya satu orang terduga yang melakukan praperadilan ini. 

Baca juga: Astaga! 17 Siswa SMP Kota Ini Kedapatan Pesta Miras

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar