Pemkab Kobar berencana membuat regulasi pengambilan hasil laut

id kabupaten kotawaringin barat,kobar,Bupati Kobar

Bupati Kobar Hj Nurhidayah (kanan) ditemani suami H M Ruslan AS saat menghadiri pelantikan 30 anggota DPRD Kobar terpilih masa jabatan 2019-2024. (Foto Antara Kalteng/Hendri Gunawan)

Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah berencana membuat regulasi aturan tentang pengambilan hasil laut, untuk menindaklanjuti himbauan Menteri Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia Susi Pujiastuti agar menjaga keberlanjutan sumber potensi laut.

"Regulasinya akan kami coba siapkan. Dari sisi aturannya seperti apa, saat ini potensi laut, khususnya untuk para nelayan lokal memang belum begitu menjadi primadona," ucap Bupati Kobar Nurhidayah di Pangkalan Bun, Senin.

Dikatakan, mengingat luasan laut di Kobar cukup luas, maka masukan masukan atau himbauan semacam itu akan dipersiapkan regulasinya untuk menjaga sumber hewani yang ada di laut, seperti kepiting, udang dan sebagainya agar tidak habis akibat dari kesalahan penangkapan.

"Jadi, perlu untuk duduk bersama membahasnya, serta melakukan sosialisasi memberikan pemahaman kepada para nelayan agar tidak melakukan penangkapan terutama bagi indukan yang sedang bertelur," ucap Nurhidayah.

Sebelumnya, Menteri Kelauatan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pujiastuti meminta pemerintah daerah serta nelayan untuk berinisiatif mempertahankan keberlanjutan sumber potensi kelautan, hal tersebut diungkapnya usai melakukan transit dan beristirahat sejenak di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Rabu (7/8/19).

Baca juga: Palangka Raya pertahankan piala gubernur pada lomba tangkas terampil koperasi

Salah satu inisiatif yang sangat bagus seperti di daerah Demak, cara ngambil sumber daya kelautan disana patut diapresiasi salah satu contohnya mengukan bubu, dapat yang kecil atau indukan yang bertelur maka dilepaskan kembali kata Menteri Susi saat itu.

"Yang penting itu keberlanjutan, kita punya udang, punya ikan, punya segalanya tapi kalo tidak dijaga ya percuma, jadi mempertahankan keberadaannya, supaya ada dan tetap banyak," ucap Susi.

Baca juga: Loka POM Kobar sita kosmetik ilegal senilai Rp72 juta

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar