Pemkab Barito Timur tetapkan status darurat karhutla

id Pemkab Barito Timur tetapkan status darurat karhutla,Kebakaran lahan,Bartim,Karhutla

Sekretaris Daerah Barito Timur Eskop. (Foto Antara Kalteng/Habibullah)

Tamiang Layang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah sepakat meningkatkan status siaga kebakaran hutan dan lahan menjadi darurat kebakaran hutan dan lahan usai dilaksanakannya rapat kordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan.

"Hasil keputusan bahwa status darurat karhutla sampai tanggal 29 Oktober 2019 nanti. Setiap saat akan dilakukan evaluasi sesuai perkembangan iklim bersifat fleksibel," kata Sekretaris Daerah Barito Timur Eskop  di Tamiang Layang, Rabu.

Eskop mengatakan, dari hasil rapat koordinasi kebakaran hutan dan lahan yang diadakan tersebut menghasilkan tiga kesepakatan, salah satunya meningkatkan status siaga menjadi darurat. Peningkatan status itu dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Barito Timur yang segera diterbitkan.

Rapat juga menghasilkan keputusan tentang pembagian tanggung jawab melalui koordinasi tim membawahi wilayah masing-masing, misalnya di Kecamatan Benua Lima maka yang bertanggung jawab yakni Kapolsek dan Koramil Benua Lima.

Perusahaan besar swasta perkebunan harus aktif berkoordinasi dengan Dinas Pertanian melalui Bidang Perkebunan untuk menginformasikan titik koordinat izin usaha. Perusahaan pertambangan juga akan bertanggung jawab sesuai wilayahnya dengan kordinasi Polsek dan Koramil setempat.

Demikian pula perusahaan pertambangan yang melintasi 10 desa di Jalan Pertamina, agar menyediakan sarana dan prasarana untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. Dengan begitu, pemadaman bisa dilakukan dengan cepat sehingga kebakaran lahan tidak sampai meluas.

"Masing-masing perusahaan memiliki kewajiban kebakaran hutan dan lahan, apabila lalai dan hanya membiarkan maka dicabut izin usahanya," tegas Eskop.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Timur dr Simon Biring mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 10 ribu masker sebagai antisipasi jika kebakaran hutan dan lahan sudah berdampak pada kabut asap yang mulai parah.

"Untuk saat ini udara di Barito Timur masih aman. Walaupun demikian, masker sudah kita siapkan sebagai antisipasi jika asap mulai tebal," kata Simon.

Anggota DPRD Barito Timur Raran mengajak masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Aparatur pemerintah mulai dari camat, lurah dan kepala desa hingga rukun tetangga hendaknya berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Pencegahan kebakaran hutan dan lahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan masyarakat pun harus ikut berperan aktif. "Karena pembakaran hutan dan lahan sangat berdampak buruk baik bagi kesehatan masyarakat," ujarnya.


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar