Gugatan praperadilan warga Sei Hanyu terhadap Polsek Kapuas Hulu ditolak PN

id Warga Sei Hanyu,Polsek Kapuas Hulu,Gugatan praperadilan warga Sei Hanyu ,Gugatan praperadilan warga Sei Hanyu terhadap Polsek Kapuas Hulu ditolak,Parl

Gugatan praperadilan warga Sei Hanyu terhadap Polsek Kapuas Hulu ditolak PN

Ilustrasi - Sidang Pengadilan (*)

Kuala Kapuas (ANTARA) - Gugatan praperadilan yang dilayangkan warga Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah Broery alias Wiwit (38) terhadap Polsek Kapuas Hulu ditolak oleh Pengadilan Negeri setempat

"Semua yang diajukan itu, ditolak semua oleh pihak pengadilan," kata Kapolsek Kapuas Hulu, Iptu Bimasa Zebua di  Kuala Kapuas, Jumat.

Untuk kasusnya sendiri, kata Kapolsek, Broery alias Wiwit yang telah ditetapkan terduga pelaku tindak pidana pencurian akan tetap diproses lebih lanjut.

"Untuk masalah kasus ini pastinya tetap kita proses lebih lanjut," ucap Bimasa Zebua.

Sementara itu, kuasa hukum Broery, Parlin Bayu Hutabarat saat di konfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan penolakan kliennya oleh Pengadilan Negeri Kuala Kapuas, atas gugatan praperadilan terhadap Polsek Kapuas Hulu.

"Ditolak semua mas, karena menurut pendapat majelis hakim bahwa kasus itu sudah cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka," ucap Parlin.

Baca juga: Ditetapkan jadi tersangka, warga Sei Hanyu gugat praperadilan Polsek Kapuas Hulu

Sebelumnya, salah satu warga Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah Broery alias Wiwit (38) menggugat praperadilan atas Polsek Kapuas hulu di Pengadilan Negeri setempat, karena diduga tanpa adanya alat bukti kuat yang disangkakan kepada pelaku atas pencurian rumah kosong yang terjadi pada 6 April 2019 lalu.

"Broery mengajukan praperadilan akibat penetapan tersangka, penangkapan, penahan, penggeledahan dan penyitaan mobil miliknya oleh pemohon Polsek Kapuas Hulu," kata kuasa hukum Broery, Parlin Bayu Hutabarat di Kapuas, Senin.

Praperadilan ini dilakukan, kata Parlin, hanya ingin menguji kasus yang menimpa terhadap kliennya yang dituduhkan pelaku pencurian oleh Polsek Kapuas Hulu, namun tanpa adanya alat bukti kuat yang mengacu kepada penetapan tersangka pelaku pencurian.

"Kenapa ini diuji?, sebab klien kami merasa ada yang janggal dan tidak cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka. Artinya kasus ini bisa dikatakan dipaksakan," tandas Parlin.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar