Satu orang jamaah haji asal Barito Selatan meninggal dunia Di Mekkah

id jamaah haji barito selatan,satu jamaah meninggal dunia di mekkah,haji kloter 18 kalteng

Perawat Kloter 18 Domi Sono membawa Rhomansyah jamaah haji asal Barito Selatan di kursi roda menuju rumah sakit sebelum meninggal dunia di Mekkah. (Istimewa)

...Sebelum meninggal dunia, pada pukul 07.15 Waktu Arab Saudi (WAS) almarhum mengalami sesak napas secara mendadak di hotel
Mekkah (ANTARA) - Satu orang jamaah haji asal Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, atas nama Rhomansyah Bin Umar (57) yang masuk dalam kelompok terbang (Kloter) 18 Embarkasi Banjarmasin meninggal dunia di Mekkah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Antara, di Mekkah Sabtu, Rhomansyah Bin Umar atau Abah Wulan meninggal dunia pada pukul 08.10 Waktu Arab Saudi (WAS) di Rumah Sakit Al Noor Mekkah.

"Sebelum meninggal dunia, pada pukul 07.15 Waktu Arab Saudi (WAS) almarhum mengalami sesak napas secara mendadak di hotel, dan keluarga pasien memanggil tim medis kloter BDJ 18," kata H Domi Sono yang merupakan perawat yang mewakili ketua Kloter 18, HM. Rifansyah, dan ketua tim kesehatan haji Kloter 18, dr Ibrahim Toha.

Setelah itu tim medis kloter 18 langsung melakukan perawatan, dan memasang oksigen. Kemudian melaporkan hal tersebut ke sektor untuk merujuk pasien ke Rumah Sakit Al Noor.

Baca juga: Ketua Kloter 18 pantau maktab Di Arafah dan Mina

Kemudian lanjut dia, pada pukul 07.20 WAS, Rhomansyah dibawa menggunakan mobil ambulance dari hotel menuju ke rumah sakit.

Begitu sampai ke rumah sakit pukul 07.40, pasien langsung mendapat penanganan secara medis oleh dokter di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Meskipun sudah dilakukan penanganan secara maksimal di rumah sakit Arab Saudi, namun takdir Allah berkata lain, dan pada pukul 08.10 WAS atau pukul 12.10 WIB, Rhomanyah Bin Umar meninggal dunia.

"Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan pada hari ini di Mekkah," ucap Domi Sono yang merupakan perawat yang saat ini bertugas di wilayah Kabupaten Barito Utara itu.

Sebelumnya juga beberapa Minggu yang lalu, satu orang jamaah haji kloter 18 atas nama Sahrum Bin Tatai Sidik (73) warga Desa Benao, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara meninggal dunia, sehingga jumlah jamaah haji kloter 18 Embarkasi Banjarmasin yang meninggal dunia sebanyak dua orang.

Baca juga: Jemaah haji Kalteng meninggal di tanah suci bertambah

Selain itu ia juga menyampaikan, untuk kondisi kesehatan jamaah haji kloter 18 saat ini masih dalam keadaan baik, meskipun demikian, ada beberapa orang yang perlu dilakukan pemantauan, dan mendapat perhatian terutama jamaah haji lansia.

Ia juga mengimbau kepada seluruh jamaah haji kloter 18 embarkasi Banjarmasin agar menjaga kesehatannya, dan jangan memaksakan diri untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak dianggap perlu yang berdampak pada menguras tenaga.

"Hal itu demi lancarnya dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci Mekkah, maupun menjelang keberangkatan ke Madinah nantinya," demikian Domi Sono.

Baca juga: Ini penjelasan Pemprov Kalteng terkait wafatnya jemaah haji hingga kasus kecopetan

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar