Polres Palangka Raya tangani 140 perkara Karhutla

id kapolsek pahandut,karhutla palangka raya,polres palangka raya,kasus karhutla palangka raya

Polres Palangka Raya tangani 140 perkara Karhutla

Kapolsek Pahandut AKP Edia Sutata (kanan) beserta dua anggotanya mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi lahan yang diduga sengaja dibakar oleh S (48) yang kini sudah mendekam di rumah tahanan mapolsek setempat di Palangka Raya belum lama ini. (ANTARA/HO-Polsek Pahandut)

Palangka Raya (ANTARA) - Kepolisian Resor Palangka Raya, Kalimantan Tengah, selama 2019 sudah menangani 140 perkara terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), namun hanya lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan 15 perkara dalam proses fokus penyelidikan.

"Kebanyakan kasus karhutla di Palangka Raya karena sengaja dibakar," kata Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Nandi Indra Nugraha, Senin. 

Menurut dia, kepolisian juga sudah memberikan garis polisi di puluhan lokasi lahan yang diduga sengaja dibakar. Hal ini guna memastikan bahwa lahan bermasalah tersebut tidak masih dalam pengawasan pihak yang berwajib. 

Mengenai jumlah keseluruhan lahan yang terbakar selama itu, ia memperkirakan ratusan hektar. Namun dari lima orang tersangka pembakar lahan yang sudah mendekam di Mapolres Palangka Raya bahkan ada yang sudah pelimpahan ke kejaksaan oleh petugas, hanya 17 hektare saja totalnya lengkap dengan barang bukti. 

"15 kasus yang ada menjadi fokus penyidik untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengetahui siapa pelaku pembakar lahan tersebut," kata Nandi.

Guna mendapatkan informasi untuk mengungkap siapa dalang dibalik karhutla  tersebut, pihaknya juga memintai keterangan pemilik lahan serta saksi mata yang mengetahui di lokasi lahan yang terbakar. 

Meski sudah memeriksa pemilik lahan yang terbakar, pihaknya belum berani siapa pelaku pembakar lahan tersebut. dalam hal tersebut petugas benar-benar memastikan dua alat bukti untuk menangkap pelaku pembakar lahan. 

"Yang jelas dalam karhutla di Palangka Raya ini tidak ada kategori korporasi, melainkan lahan milik pribadi," bebernya. 

Ditambahkan perwira polri berpangkat balok tiga tersebut, karhutla yang selama ini terjadi di Palangka Raya kebanyakan di Kecamatan Jekan Raya, Sabangau dan Pahandut. 

Kendati saat ini titik api sudah berkurang pasca beberapa kali hujan turun membasahi daerah setempat, pihaknya tetap siaga apabila ada terjadi hal srupa karena hamparan lahan yang ada sekarang ini kondisinya juga mulai kering karena cuaca di kota itu kembali panas. 

"Meski kejadian karhutla tidak seperti beberapa bulan yang lalu, anggota saya tetap waspada agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," tandasnya.

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar