Pembongkaran 30 bangunan oleh Satpol PP mendapatkan perlawanan dari warga Bogor

id bongkar bangunan ilegal,warga bogor,Satpol PP Bogor,Pembongkaran 30 bangunan oleh Satpol PP mendapatkan perlawanan dari warga Bogor

Pembongkaran 30 bangunan oleh Satpol PP mendapatkan perlawanan dari warga Bogor

Bongkar THM Ilegal Petugas Satpol PP Kabupaten Bogor menggunakan alat berat membongkar bangunan Tempat Hiburan Malam (THM) ilegal di Jalan Raya Tapos, Cibinong, Bogor, Jabar, Rabu (20/5). Pembongkaran sebanyak 11 bangunan tidak memiliki IMB dan ilegal serta melanggar Perda nomor 4 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum tersebut sebagai upaya terciptanya situasi yang kondusif menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. (ANTARA FOTO/Jafkhairi)

Cisarua, Bogor (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tetap membongkar 30 bangunan liar di Kampung Naringgul, Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu, meski sempat dihadang warga dengan berbagai cara.

Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho menyebutkan bahwa pembongkaran itu tetap dilaksanakan, mengingat 30 bangunan di Kampung Naringgul tidak berizin.

"Hari kita tertibkan 30 bangunan, tentunya bangunan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Saya tegaskan bahwa kami tertibkan tanpa melihat apakah bangunan tersebut berdiri di atas lahan negara atau di atas lahan milik adat," ujarnya.

Jadwal pembongkaran yang semestinya dilakukan pukul 08.00 WIB sempat molor sampai pukul 13.00 WIB lantaran warga sekitar melakukan sejumlah aksi untuk menghadang petugas.

Pada pagi hari, sejumlah warga Kampung Naringgul bakar ban dan kayu di Jalur Puncak.

Beberapa ban dan kayu sengaja dibakar untuk menghalangi alat berat masuk ke area pembongkaran bangunan liar. Tak hanya itu, beberapa warga juga nampak berbaris membuat pagar betis menutupi area masuk ke Kampung Naringgul.

Seperti diketahui, pembongkaran ini merupakan proses penggusuran Kampung Naringgul tahap dua setelah tahap pertama dilakukan pada Kamis pekan lalu. Tersisa 23 bangunan liar di Kampung Naringgul setelah 30 bangunan berhasil diratakan pada penggusuran tahap pertama.

"Dari jumlah 53 bangunan yang akan dibongkar, baru 30 sudah dibongkar," ujar Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho.

Menurutnya, setelah bangunan vila, rumah atau warung rata dengan tanah, maka lahan tersebut akan digunakan untuk rest area pedagang kaki lima (PKL) Kawasan Puncak Kabupaten Bogor.

"Rencananya lahan milik PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP) ini memang untuk dibangun rest area PKL Puncak, hingga tidak ada lagi PKL yang berdagang di pinggir Jalan Raya Puncak," tutur Agus.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor mengaku sering menerima laporan warga terkait praktik prostitusi di Kampung Naringgul, kawasan Puncak Cisarua Bogor, Jawa Barat, sebelum akhirnya dilakukan penggusuran oleh Sapol PP Kabupaten Bogor.

"Banyak laporan dari teman-teman soal ini (prostitusi). Ada informasi bahwa di Kampung Naringgul ada prostitusi terselubung," ucap Ketua MUI Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, KH Rahmatullah.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar