Mayat tergantung dalam rumah diduga alami gangguan jiwa

id Mayat tergantung,Raja Saputra yang biasa dipanggil Raja (26) warga Desa Alue Ambang,Mayat tergantung dalam rumah diduga alami gangguan jiwa

Mayat tergantung dalam rumah diduga alami gangguan jiwa

Warga mendatangi rumah korban (ANTARA/HO)

Calang, Aceh (ANTARA) - Raja Saputra yang biasa dipanggil Raja (26) warga Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, yang ditemukan meninggal dunia dengan posisi leher terikat pada seutas tali diduga mengalami gangguan jiwa.

Keuchik (kades) Gampong Alue Ambang, Ishadi Is yang dihubungi Antara di Calang, Kamis menyampaikan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang saat itu sedang menjemput anaknya pulang pengajian di sebuah rumah yang berdekatan dengan rumah korban.

"Yang tahu pertama korban meninggal itu Musliadi, beliau menunggu anak pulang ngaji disamping rumah korban, jadi yang tetangga itu juga curiga kenapa tidak nampak hampir sehari lebih, karena biasa nampak keluar mau lewat belakang atau depan rumah,” tuturnya.

Baca juga: Terkait kematian pasien salah suntik di RSUD, mahasiswa demo Kantor Kejari

Ishadi menambahkan bahwa karena merasa curiga dan merasa ada keanehan masyarakat berusaha masuk kedalam rumah tersebut.

“Karena curiga makanya beliau bersama warga yang lain masuk kedalam rumah korban dan menemukan korban sudah dalam posisi seperti itu,” tambahnya.

Keuchik Alue Ambang Ishadi sendiri juga menambahkan, jika korban sendiri memiliki gangguan kejiwaan.

“Dia itu memang mengalami gangguan jiwa, jadi dia juga harus selalu mengosumsi obat agar tidak kambuh,” ungkapnya.

Raja sendiri juga tinggal seorang diri dirumahnya, dimana keluarganya sendiri berada jauh dengan korban.

Baca juga: Anak pemilik kontrakan rumah dicabuli penyewanya

“Keluarga beliau jauh semua, dan kedua orang tua juga sudah meninggal dunia, jadi yang lihat-lihat ya tetangga, kadang-kadang juga tetangga yang kasih makanan untuk korban,” pungkasnya.

Dirinya bersama warga lain juga menduga jika korban meninggal lantaran bunuh diri.

“Kalau dibunuh kayanya tidak, walaupun gangguan jiwa korban tidak pernah menggangu orang, dan beliau juga sering mengamuk sendiri baik memecahkan kaca atau apa jadi kalau ada luka mungkin karena mengamuk lantaran tidak ada obat,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Teunom, Ipda Tri Ilham Kurnia juga membenarkan jika ada warga Kecamatan Teunom yang dikabarkan meninggal dunia dirumahnya.

"Ia benar ada warga Desa Alue Ambang yang meninggal diduga bunuh diri dirumahnya," ujar Ilham.

Menurutnya informasi dari warga korban ditemukan meninggal dunia dengan posisi leher terikat pada seutas tali, namun pihaknya belum bisa memastikan apakah benar ia meninggal bunuh diri atau bukan.

"Ia ada warga yang meninggal dunia, tapi kita belum bisa pastikan bunuh diri atau bukan, ini kita olah TKP dulu, setelah itu nanti kita kabari," tutupnya.

 

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar