RDTR Kota Tamiang Layang terganjal izin usaha pertambangan

id RDTR Kota Tamiang Layang terganjal izin usaha pertambangan,Barito Timur,Tata kota,Tamiang layang

RDTR Kota Tamiang Layang terganjal izin usaha pertambangan

Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas. ANTARA/Habibullah

Tamiang Layang (ANTARA) - Bupati Barito Timur Kalimantan Tengah Ampera AY Mebas mengakui bahwa Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Tamiang Layang yang sudah disampaikan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang hingga kini belum disetujui.

"Kami sudah memberikan penjelasan dalam pemaparan, tetapi masih terkendala yakni berkaitan adanya izin usaha pertambangan (IUP) yang masuk di dalam kawasan tata ruang perkotaan," kata Ampera AY Mebas di Tamiang Layang, Senin.

Menurut Ampera, RDTR merupakan rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten.

RDTR Kota Tamiang Layang  meliputi sepanjang Jalan Achmad Yani dari Longkang Desa Jaar hingga Simpang Badung Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur.

Jika dilihat kewilayahannya maka terdiri dari dua wilayah yakni wilayah jalan lingkar utara meliputi Desa Jaar, Mangkarap, Dorong dan Kelurahan Tamiang Layang. Sedangkan di bagian jalan lingkar selatan meliputi Desa Jaar, Magantis dan desa terdekat lainnya.

Terkait adanya IUP pertambangan, Ampera ingin segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terkait sejumlah izin yang dicabut.

Walaupun mengakui adanya IUP pertambangan di kawasan RDTR Kota Tamiang Layang, Ampera masih enggan menyebutkan nama perusahaan tersebut.

"Apakah izin (IUP) yang sudah dicabut Pemprov Kalteng termasuk IUP yang ada di wilayah RDTR Kota Tamiang Layang atau bagaimana, makanya akan segera kami kordinasikan dengan Pemprov Kalteng agar bisa secepatnya beres," kata orang nomor satu di Kabupaten Barito Timur itu.

Ampera menjelaskan, pengembangan RDTR Kota Tamiang Layang didukung sarana dua jalan lingkar yang dilengkapi sarananya.
Selain itu, kawan Kota Tamiang layang juga didukung taman kota di wilayah Baruh Pinang yang saat ini dalam proses pembebasan lahan dan stadion di Jalan Patianom dalam tahapan pembangunan.

Dalam RDTR Kota Tamang Layang juga ditetapkan kawasan perdagangan yakni di Jalan A Yani dari Simpang Nungkung-Janah Munsit.

Di kawasan tersebut akan diatur struktur bangunan permanen. Bangunan pada kawasan perdagangan akan ditetapkan dengan standar minimal berstruktur permanen berlantai dua. 

"Mudah-mudahan perbaikan terkait RDTR Kota Tamiang Layang bisa segera selesai sehingga nanti ditetapkan menjadi Perda RDTR Kota Tamiang Layang," demikian Ampera.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar