BPBD Kotim sebut Sampit dapat asap kiriman

id BPBD Kotim sebut Sampit dapat asap kiriman,Yusuf,Kotawaringin Timur,Sampit

BPBD Kotim sebut Sampit dapat asap kiriman

Kawasan Pelabuhan Sampit di bantaran Sungai Mentaya disaput asap pekat, belum lama ini. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah H Muhammad Yusuf mengatakan, asap yang selama ini menyaput Sampit tidak semata akibat kebakaran lahan di pusat kota itu, tetapi diduga juga kiriman dari kabupaten tetangga 
"Arah angin bertiup dari kawasan selatan tenggara menuju barat laut dan utara. Pada siang dan malam hari kecepatannya 10 sampai 15 knot. Kalau pagi ada kabut atau asap, itu berasal dari kawasan selatan, termasuk selatan Kabupaten Seruyan dan Katingan," kata Yusuf di Sampit, Sabtu.
Menurut Yusuf, dugaan itu bukan tanpa alasan. Pengakuan udara dan analisa bersama Satgas Udara Penanggulangan Karhutla menunjukkan bahwa asap pekat di Sampit berasal dari kawasan selatan.
Yusuf menyebutkan, sekitar 30 persen asap di Sampit merupakan hasil kebakaran lahan yang terjadi di seputaran pusat kota itu. Sisanya sebesar 70 persen berasal dari kawasan selatan yang dibawa oleh kencangnya tiupan angin. 
Kawasan selatan Kabupaten Kotawaringin Timur meliput Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Pulau Hanaut. Selain wilayah ini, asap juga berasal dari kawasan selatan Kabupaten Seruyan dan sekitar Pegatan Kabupaten Katingan.
Yusuf mengatakan, kondisi itu disebabkan faktor alam karena tiupan angin di kawasan selatan atau pesisir itu cukup kencang sehingga terbawa ke kawasan lain, yakni pusat Kota Sampit.
Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah bersama karena asap pekat yang dihasilkannya bisa tertiup ke mana saja tergantung arah mata angin. Untuk itulah kebakaran hutan dan lahan harus ditanggulangi bersama.
Dua helikopter pengebom air yang disiagakan di Bandara Haji Asan Sampit juga digunakan untuk memadamkan kebakaran lahan di Kabupaten Seruyan. Beberapa kali helikopter tersebut dikerahkan membantu pemadaman kebakaran lahan di Seruyan.
Saat ini asap mulai menipis dan diharapkan bisa hilang sehingga aktivitas masyarakat kembali normal. Kebakaran hutan dan lahan serta asap telah membawa dampak buruk bagi masyarakat luas.
"Kesadaran masyarakat mulai meningkat. Banyak relawan yang membantu, selain SOPD yang memang diwajibkan. Perusahaan besar swasta juga berpartisipasi membantu. Semoga ini segera membawa manfaat besar untuk kita semua," demikian Yusuf.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar