Pagi ini, kualitas udara Jakarta peringkat kedua terburuk sedunia

id Kualitas udara, DKI Jakarta, AirVisual

Pagi ini, kualitas udara Jakarta peringkat kedua terburuk sedunia

Pegawai Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersepeda untuk mengurangi polusi udara, Jumat (27/9/2019). Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mewajibkan seluruh pegawainya menggunakan angkutan umum, sepeda atau kendaraan ramah lingkungan lainnya ke tempat kerja setiap Jumat. (ANTARA/HO/Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta)

Jakarta (ANTARA) - DKI Jakarta kembali menempati peringkat kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, Jumat pagi, peringkat ini naik dari hari sebelumnya Kamis, di peringkat keempat.

Berdasarkan data dari laman AirVisual.com pada pukul 06.27 WIB kualitas udara Jakarta saat ini mencapai angka 187 berdasarkan AQI atau indeks kualitas udara dengan status udara tidak sehat.

Peringkat tersebut setara dengan nilai polutan sebesar 125 µg/m³ dengan perimeter PM 2.5.

Kualitas udara terburuk pertama ditempati oleh kota Hanoi di Vietnam dengan nilai cukup tinggi yakni 204 berdasarkan AQI atau setara dengan PM2.5 sebesar 153,8 µg/m³.

Baca juga: Jakarta duduki posisi kelima kota terpolusi dunia

Pada posisi ketiga ditempati oleh Kota Kuwait di Kuwait dengan status udara tidak sehat. Dubai memiliki kualitas udara dengan indeks 158 berdasarkan AQI atau setara dengan PM2.5 sebesar 68,4 µg/m³.

Di posisi keempat Kota Kuala Lumpur di Malaysia memiliki kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI sebesar 158 atau setara PM2.5 sebesar 69,4 µg/m³.

Dan di posisi kelima Kota Astana di Kazakhstan memiliki kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI setingkat di bawah Malaysia yakni sebesar 157 atau setara PM2.5 sebesar 67 µg/m³.

Kelima negara tersebut memiliki status udara tidak sehat dan masyarakat lebih disarankan untuk beraktivitas di dalam ruangan.

Jika masyarakat ingin beraktivitas di luar ruangan, pemakaian masker dianjurkan agar tidak terpapar partikel halus udara yang berbahaya bagi kesehatan saluran pernafasan.

Sejak Agustus 2019, masyarakat Jakarta harus menghirup udara dengan kualitas udara yang buruk berdasarkan laporan kualitas udara di situs AirVisual.com.

Kualitas buruk ini berakhir di meja hijau oleh kelompok masyarakat bernama Ibu Kota yang menggugat 7 jabatan penting di Indonesia, dua di antaranya adalah Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Jakarta kembali duduki peringkat kedua udara terkotor dunia

Baca juga: Udara Jakarta Kamis pagi duduki peringkat kedua kota paling polusi dunia

Pewarta :
Editor : Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar