Legislator minta peredaran ranitidin di Palangka Raya ditarik

id Dprd kota, kota, palangka raya, ranitidin, sigit wido, ilegal, kanker, obat, kesehatan, bahaya, berbahaya

Legislator minta peredaran ranitidin di Palangka Raya ditarik

Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Sigit Widodo. (ANTARA/Adi Wibowo)

Palangka Raya (ANTARA) - Legislator Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Sigit Widodo mengingatkan dan meminta instansi terkait segera menarik obat ranitidin yang beredar sejumlah apotek, serta toko-toko obat yang ada di daerah setempat.

"Saran saya obat yang mengandung bahan N-Nitrosodimethulamine dan menjadi pemicu penyakit kanker tersebut harus ditarik segera dari peredaran," katanya saat dihubungi dari Palangka Raya, Rabu.

Meski demikian, masyarakat setempat diminta jangan resah dengan adanya hal tersebut. Karena instansi terkait diyakini juga akan melakukan tugas dan kewajibannya, salah satunya melakukan penarikan obat itu.

Kemudian para petugas di apotek, diimbau apabila menemui masyarakat yang mencari obat tersebut namun tidak mengetahui permasalahannya, diharapkan jangan sekali-sekali menjualnya.

"Masyarakat juga diminta teliti ketika membeli obat-obatan di apotek dan petugas apotek saya harapkan jangan sampai menjual obat tersebut kepada masyarakat, jadi sam-sama saling mengingatkan mengenai hal itu," ungkapnya.

Ditambahkannya, BPOM RI sendiri diketahui telah mengeluarkan perintah penarikan terhadap obat ranitidin cairan injeksi 25mg/ml pertanggal 4 Oktober 2019.

Selain itu penarikan secara sukarela juga dilakukan BPOM RI pada jenis obat zentac cairan injeksi 25 mg/ml, ranidin sirup 75 mg/ml dan indoran cair injeksi 25 mg/ml.

"Pada intinya, selalu waspada dalam pembelian obat-obatan apabila tidak disertai resep dokter. Imbauan itu bertujuan untuk mencegah hal-hal negatif agar tidak terjadi pada masyarakat," ungkap anggota Komisi C yang membidangi masalah Kesehatan dan pendidikan itu.

Semoga dengan adanya pemberitaan mengenai penarikan obat ranitidin, banyak masyarakat yang mengetahuinya dan tidak membeli maupun mengonsumsi obat yang kini harus ditarik dari peredaran, karena diduga menjadi pemicu penyakit kanker.





Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar