Tagih tunggakan iuran, BPJS Kesehatan kerahkan kader JKN

id BPJS Kesehatan,Tagih tunggakan iuran, BPJS Kesehatan kerahkan kader JKN,kader JKN

Tagih tunggakan iuran, BPJS Kesehatan kerahkan kader JKN

Petugas kader JKN-KIS menjelaskan cara membayar cicil tunggakan iuran BPJS Kesehatan kepada peserta PBPU di kawasan pesisir di Kelurahan Lapulu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (13/8). BPJS Kesehatan bersama BNI mengembangkan program pembayaran cicilan tunggakan iuran bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Program JKN–KIS, cicilan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. ANTARA FOTO/Jojon/18.

Surabaya (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Kota Surabaya mengerahkan sebanyak 32 orang kader jaminan kesehatan nasional (JKN) sebagai salah satu juru tagih iuran kepesertaan terutama peserta mandiri.

Kepala BPJS Kesehatan Kota Surabaya, Herman Dinata Mihardja saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat, mengatakan jika peranan dari kader JKN tersebut tidak hanya sebagai juru tagih saja, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat seputar BPJS Kesehatan.

"Kader JKN ini tidak seperti 'debt collector', karena lebih mengandalkan persuasif dalam setiap melaksanakan tugasnya," katanya.

Ia menjelaskan, para kader JKN itu tidak tersebar seluruhnya di masing-masing kecamatan di Surabaya, sehingga masih butuh kesadaran masyarakat untuk membantu memperlancar pembayaran iuran.

Baca juga: Ketika tunggakkan kian membengkak, opsi kenaikan iuran BPJS pilihan terakhir

"Kami juga melakukan pemberitahuan pembayaran iuran melalui sarana lainnya yang ada seperti pesan singkat, telepon, Whatsapp, termasuk juga melalui media masa," katanya.

"Saat ini, hingga awal Oktober jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan Kota Surabaya sebanyak 2.392.411 orang peserta aktif," katanya.

Ia mengatakan, untuk jumlah tagihan di wilayah Kota Surabaya terbagi dua, yakni rujukan tingkat pertama dalam satu bukan membutuhkan dana sebanyak Rp17 miliar.

Baca juga: Tunggakan BPJS Kesehatan kian membengkak

"Sedangkan untuk rumah sakit jumlah tagihannya sekitar Rp300 miliar setiap bulannya. Jumlah ini jauh dari jumlah iuran di Kota Surabaya yang hanya sekitar Rp100 miliar," katanya.

Ia berharap, masyarakat memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dalam membayar iuran mereka, mengingat jaminan sosial kesehatan ini sifatnya gotong royong, yakni yang mampu membantu yang kurang mampu.

"Sekali lagi kami berharap, supaya masyarakat bisa membayar tepat waktu maksimal tanggal 10 setiap bulannya," katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi pertimbangkan kenaikan iuran BPJS Kelas III

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar