Pewaris Grup Samsung jalani sidang kasus suap

id Pewaris Grup Samsung, Jay Y. Lee,Pewaris Grup Samsung jalani sidang kasus suap

Pewaris Grup Samsung jalani sidang kasus suap

Pemimpin Samsung Group Jay Y. Lee saat tiba di Seoul Central District Court di Seoul, Korea Selatan, 16 Februari 2017. (Shin Wong-soo/News1 via REUTER)

Seoul (ANTARA) - Pewaris Grup Samsung, Jay Y. Lee hadir di ruang Pengadilan Seoul pada Jumat untuk menjalani sidang sebagai terdakwa atas kasus penyuapan untuk memengaruhi mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye.

Lee terancam hukuman yang mungkin lebih tinggi setelah Pengadilan Tinggi Korea Selatan mengeluarkan perintah untuk menyelidiki juga kasus korupsinya.

"Saya memohon maaf karena telah menyebabkan keprihatinan banyak orang," kata Lee kepada wartawan sembari menunduk dan berjalan ke gedung pengadilan sementara pengunjuk rasa anti-Samsung mengoloknya.

Pada Agustus lalu, Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman atas persidangan banding kasus suap pimpinan Samsung itu, yang telah diberikan penangguhan hukuman selama dua setengah tahun.

Mahkamah menilai bahwa penafsiran oleh Pengadilan Tinggi Seoul tentang definisi penyuapan dalam kasus Lee terhadap Park terlalu sempit.

Pakar hukum menyebut putusan yang baru cenderung tidak akan diberikan tahun ini, yang mana itu berarti akan ada perpanjangan masalah hukum antara Lee dan konglomerat terbesar Korea Selatan yang sudah menggantung selama hampir tiga tahun.

Kasus tersebut disoroti berkaitan dengan apakah tiga ekor kuda yang disumbangkan oleh Grup Samsung kepada anak perempuan dari wanita kepercayaan Park, Choi Seo-won, seorang penunggang kuda profesional bisa dikategorikan sebagai penyuapan.

Atas hal ini, Mahkamah Agung menyebut pengadilan banding telah keliru karena tidak menyadari pemberian kuda sebagai penyuapan untuk mendapatkan kelancaran dari Park yang saat itu menjabat presiden.

Sebelumnya, Lee sempat ditahan selama satu tahun namun kemudian bebas setelah pengadilan memotong hukuman penjara dari lima tahun menjadi setengahnya dan menangguhkan selama tiga tahun.

Sumber: Reuters

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar