Nilai UMP Jakarta 2020 naik 8,51 persen dari tahun sebelumnya

id ump jakarta 2020,upah minimum provinsi,Nilai UMP Jakarta 2020 naik 8.51 persen dari tahun sebelumnya

Nilai UMP Jakarta 2020 naik 8,51 persen dari tahun sebelumnya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ANTARA/HO/Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta/pri. (ANTARA/HO/Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta pada 2020 sebesar Rp4.276.349,86 atau naik 8,51 persen dari tahun sebelumnya.

Hal itu diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Jumat, dengan penegasan juga bahwa kenaikan UMP dari 2019 adalah sebesar Rp335.776.

"UMP mengalami perubahan yang sebelumnya 2019 sebesar Rp3.940.000, maka untuk 2020 naik menjadi Rp4.267.349. Kenaikannya sebesar Rp335.776 atau dengan persentase 8,51 persen," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat.

Anies mengatakan keputusan untuk kenaikan UMP DKI pada 2020 ini sesuai peraturan yang berlaku.

Baca juga: UMP Kalteng 2020 alami kenaikan hingga sembilan persen

"Penetapan UMP ini sesuai dasar hukum yang berlaku, baik undang-undang maupun peraturan pemerintah," ucapnya.

Pada Selasa, 15 Oktober 2019, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengeluarkan Surat Edaran mengenai tingkat inflasi dan pertumbuhan PDB 2019 kepada seluruh gubernur di Indonesia.

Dalam poin ke-sembilan, Hanif memaparkan nilai inflasi nasional sampai September 2019 mencapai 3,39 persen, kemudian pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,12 persen.

Untuk DKI Jakarta, bila kedua nilai itu digabungkan, maka nilai UMP disarankan naik sebesar 8,51 persen atau setara Rp335.376 dari upah sebelumnya 2019 sebesar Rp3.940.973 per bulan.

Baca juga: Perusahaan di Kalteng boleh tak berlakukan UMP, ini penjelasan Kadisnakertrans

Hal tersebut sesuai Pasal 44 Ayat 1 dan 2 PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, peningkatan nilai UMP tersebut berdasarkan formula penambahan dari pertumbuhan ekonomi nasional (Produk Domestik Bruto/PDB) dan data inflasi nasional.

Data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional (pertumbuhan produk domestik bruto) yang akan digunakan untuk menghitung upah minimum 2020, bersumber dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) sesuai dengan Surat Kepala BPS RI Nomor B-246/BPS/1000/10/2019 tanggal 2 Oktober 2019.

Penetapan upah minimum 2020 merupakan hasil dari penambahan upah minimum 2019 dikalikan tingkat inflasi plus pertumbuhan ekonomi nasional, sesuai dengan Pasal 44 Ayat 1 dan Ayat 2 PP Nomor 78 Tahun 2015.

Baca juga: 700 personel Tagana di Kalteng mendapatkan insentif tambahan

Baca juga: Seorang guru honorer minta pemerintah penuhi gaji Rp14 juta per bulan

Baca juga: Gaji telat dua bulan, pemain Kalteng Putra ngadu ke gubernur

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar