Ajarkan anak tentang nasionalisme melalui Gebyar Nusantara di Palangka Raya

id Pemprov kalteng, bunda paud, yulistra ivo sugianto sabran, hari anak nasional, bundaran besar, toleransi, nasionalisme, anak-anak, usia dini, paud, ta

Ajarkan anak tentang nasionalisme melalui Gebyar Nusantara di Palangka Raya

Salah satu kelompok peserta Gebyar Nusantara tampak mengenakan pakaian adat di Palangka Raya, Rabu, (6/11/2019). (ANTARA/Ho-MMC Kalteng)

Palangka Raya (ANTARA) - Anak-anak di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah diajarkan tentang nasionalisme melalui kegiatan Gebyar Anak Nusantara yang dilaksanakan di Bundaran Besar pada Rabu (6/11).

"Gebyar Anak Nusantara ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Anak Nasional tahun 2019," kata Bunda PAUD Kalteng Yulistra Ivo Sugianto Sabran.

Gebyar Anak Nusantara merupakan parade anak-anak PAUD se-Palangka Raya dengan masing-masing kelompok peserta yang berpartisipasi, mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia di Kalteng Marsiatin menjelaskan, pihaknya sengaja melaksanakan kegiatan tersebut dengan para peserta yang diarahkan untuk mengenakan pakaian adat dari ragam provinsi.

"Hal itu sengaja kami lakukan, agar anak-anak sejak usia dini mengetahui dan memahami keberagaman yang ada di Indonesia. Bahwa Indonesia terdiri dari berbagai budaya, bahasa daerah, ras, suku, agama dan kepercayaan," jelasnya.

Sesuai dengan semboyan Indonesia berupa Bhinneka Tunggal Ika, yakni meski beraneka ragam namun pada hakikatnya bangsa Indonesia tetaplah satu kesatuan. Semboyan itu digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pelaksanaan kegiatan itu berlangsung dengan cukup semarak, terbukti dengan banyaknya peserta yang berpartisipasi. Tercatat ada sekitar 2.000 anak yang ikut pada Gebyar Nusantara dan terbagi ke dalam 81 kelompok berbeda.

"Setiap regunya rata-rata terdiri dari 20 anak yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di nusantara. Mereka didampingi para guru dari masing-masing PAUD," tuturnya kepada awak media.

Selain para guru, para orang tua dan wali murid pun beramai-ramai datang dan memadati sekitar kawasan Bundaran Besar Palangka Ray, untuk menyaksikan anak-anak mereka mengikuti kegiatan tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, mengingat positifnya kegiatan tersebut dan banyaknya manfaat yang didapat, diharapkan Gebyar Anak Nusantara bisa dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan ke depannya.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar