LPSK minta publik kawal tersangka penembakan mahasiswa Kendari

id penembakan mahasiswa,mahasiswa Kendari,Kendari, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ,LPSK

LPSK minta publik kawal tersangka penembakan mahasiswa Kendari

Mahasiswa dari Universitas Haluoleo melempar batu kearah aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa di depan Polda Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (28/10/2019). Mahasiswa meminta Polda Sulawesi Tenggara dan Mabes Polri untuk segera mengungkap pelaku penembakan yang menyebabkan dua mahasiswa tewas tertembak. ANTARA FOTO/Jojon/foc.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Maneger Nasution mengapresiasi kerja tim Mabes Polri atas penetapan tersangkan dan minta publik terus mengawal kasus penembakan mahasiswa di Kendari, Sulawesi Utara.

Setidaknya, penantian publik mulai terjawab. Kasus (penembakan) ini bisa dibawa ke ruang terang. Selanjutnya, publik bisa terus mengawal kasus ini, kata Maneger dalam rilisnya, Jumat.

Untuk mendukung proses hukum kasus ini, kata Maneger, LPSK sudah memutuskan perlindungan bagi 9 orang saksi, terdiri dari pelapor, rekan-rekan korban dan masyarakat atas kejadian tertembaknya mahasiswa Universitas Halu Oleo dan seorang ibu rumah tangga saat terjadinya pengamanan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara pada 26 September 2019 lalu.

Baca juga: Barang bukti penembakan yang menewaskan dua mahasiswa diuji di Belanda dan Australia

Selanjutnya, LPSK akan memberikan layanan bagi para saksi saat menjalani pemeriksaan lanjutan baik di penyidik maupun pada persidangan nantinya.

Terkait perlindungan itulah, Maneger melakukan koordinasi dengan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) di Markas Polda, Kamis (7/11).

Dalam pertemuan ini, Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution diterima Waka Polda Sultra Kombes Pol Yan Sultra, Irwasda Kombes Pol Rachmad dan sejumlah pejabat utama Polda Sultra.

Baca juga: Tewasnya mahasiswa, enam anggota Polri dibebastugaskan akibat langgar SOP

Menurut Maneger, pada prinsipnya LPSK akan membantu penyidik agar para saksi dapat memberikan keterangan untuk memudahkan proses hukum dan pengungkapan kasus.

Pemberian perlindungan bertujuan agar para saksi merasa lebih aman dan nyaman saat memberikan keterangan, baik kepada penyidik maupun saat persidangan nanti.

Waka Polda Sulawesi Tenggara Kombes Pol Yan Sultra mengatakan kasus kematian dua mahasiswa UHO, Randy dan Yusuf, sejak awal dipegang Mabes Polri. Polda Sulawesi Tenggara, katanya, memang dilibatkan.

Baca juga: Enam anggota Polri diberi sanksi atas kasus kematian mahasiswa Kendari

Sudah dilakukan uji balistik dan diadakan gelar kasus di Mabes Polri. Dari situlah diketahui siapa tersangka, katanya.

Pihaknya sangat berharap ada saksi-saksi yang dapat membantu penyidikan kasus ini.

Keterangan saksi, menurut Yan, akan bisa menguatkan dan membuat terang perbuatan yang dilakukan tersangka.

Kita akan transparan dalam memproses hukum kasus ini karena kita sadar publik menantikan pengungkapan kasusnya, tegas Yan.

Baca juga: Lima polisi jalani sidang disiplin terkait penembakan mahasiswa

Baca juga: Diduga lakukan kesalahan SOP, 6 anggota polisi terperiksa terkait penembakan mahasiswa

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar