Sumber air Desa Malungai perlu dikelola secara maksimal

id sumber air desa malungai,air bersih desa malungai,plt kadis pmd barut

Sumber air Desa Malungai perlu dikelola secara maksimal

Plt Kepala Sosial Pemberdayaan dan Masyarakat Desa Barito Utara Eveready Noor didampingi Kepala Desa Malungai Biduan dan sejumlah aparatur desa meninjau lokasi sumber air bersih di Desa Malungai Kecamatan Gunung Timang, Kamis. ANTARA/Ist

Muara Teweh (ANTARA) - Sumber air masyarakat Desa Malungai Kecamatan Gunung Timang perlu dikelola secara maksimal sehingga dapat terjaga keberlangsungan bahan baku air bersih bagi kebutuhan masyarakat.

Mata air yang berada di kawasan hutan Gamurutuk atau sekitar 2 kilometer dari Desa Malungai yang dikembangkan secara sederhana menggunakan sistem gravitasi air hingga dapat mengalir untuk kebutuhan utama sehari-hari bagi warga setempat.

"Sejak dibuka tahun  1996 lalu dan diperluas pada 2016 hingga sekarang sekarang kebutuhan air sudah terpenuhi melalui sumber air ini  dan warga tidak lagi memakai air Sungai Montallat (anak Sungai Barito)," kata Kepala Desa Malungai Biduan saat meninjau lokasi mata air di Desa Malungai, Kamis

Menurut dia, mata air ini merupakan bahan baku kebutuhan utama warga seperti makan, masak dan minum serta MCK yang sepanjang tahun tidak kekurangan air, saat kemarau tetap mengalir meski tidak sederas ketika musim hujan.  

Melalui kebutuhan air yang selama ini merupakan bantuan perintah daerah dan provinsi serta pusat melalui dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) dapat dinikmati masyarakat Desa Malungai sebanyak 181 kepala keluarga atau 634 jiwa.

"Apalagi setelah desa kami dicanangkan sebagai desa ODF atau  desa bebas buang air besar sembarangan (BABS) pada 2018 lalu, sumber air ini menjadi kebutuhan utama untuk sehari-hari, tidak ada lagi MCK di sungai dan tiap rumah sudah ada MCK masing-masing, ini terbukti tidak ada lagi jamban-jamban di sungai," kata Biduan.

Ia mengakui untuk saat ini memang pasokan air untuk masyarakat ini diberikan secar gratis atau cuma-cuma, namun kedepannya perlu dijajaki untuk diberlakukan biaya minimal sukarela yang nantinya dimanfaatkan untuk biaya pemeliharaan dan petugas jaga serta pendapat asli desa.
 
Namun, kata kades, pihaknya pada Juli 2017 telah membuat peraturan desa (Perdes)  termasuk pengelolan sumber air itu untuk kebutuhan masyarakat sehingga pihaknya tidak berani memungut pendistribusian air tersebut.

"Kami perlu menjajaki  dan  masih pertimbangkan bersama pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, kita musyawarah kembali, kalau kita kelola dengan baik dapat meningkatkan pendapatan desa," kata dia seraya menguncapkan kerima kasih kepada warga Malungai yang selama ini berpartisipasi menjaga dan memelihara sumber air tersebut.

Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan dan Masyarakat Desa Barito Utara Eveready Noor saat meninjau lokasi mata air itu mengharapkan sumber air yang merupakan bahan baku kebutuhan utama air warga Desa Malungai dapat dikelola secara maksimal oleh masyarakat setempat.

Karena sumber air ini merupakan bahan baku utama untuk kebutuhan sehai-hari seperti masak, makan, minum dan mck sehingga perlu menjadi perhatian masyarakat desa untuk menjaganya agar tetap terjaga kebersihan  dan kesehatan air terjamin.

"Lokasi mata air ini sebaiknya ditutup misalnya dengan kawat dan dibangun secara permanen dengan beton sehingga terjamin dan tidak mudah dimasuki orang yang tidak bertanggung jawab dan hewan yang dapat menganggu pasokan air, selain itu perlu dibenahi lokasi ini untuk bisa diperluas  sehingga dapat menampung air dan terjaga dengan baik," ujar dia yang akrab dipanggil Pery ini.

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar