Perangkat desa di Barsel ajak warga menjadi peserta JKN-KIS

id bpjs kesehatan muara teweh,perangkat desa ,barito selatan,warga buntok,jkn-kis

Perangkat desa di Barsel ajak warga menjadi peserta JKN-KIS

Suaini warga Dusun Selatan Buntok.ANTARA/HO-BPJS Kesehatan Muara Teweh

Buntok (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia, tidak terkecuali bagi Suaini (39) warga Dusun Selatan Buntok Kabupaten Barito Selatan.

"Saya salah satu peserta JKN-KIS yang sebelumnya sebagai peserta mandiri, dan sekarang sudah menjadi perangkat desa, dari dulu tidak sekalipun merasa rugi menjadi peserta JKN-KIS," kata Suaini di Buntok, Rabu (21/09).

Dia beberapa kali dirawat di rumah sakit karena sakit jantung yang dideritanya dan tidak pernah mengeluarkan uang untuk berobat karena biayanya telah dijamin oleh JKN-KIS.

"Awalnya saya pernah dirawat inap dan tagihannya lebih dari Rp13 juta, kalau dihitung-hitung dengan uang pribadi jelas tidak mampu, inilah yang namanya gotong royong, Alhamdulillah ada program JKN-KIS,” ungkapnya.

Suaini pun menyadari pentingnya untuk terus menjaga kesehatan dan Ia mengajak masyarakat yang belum mendaftar bisa ikut bergotong royong dalam program JKN-KIS.

"Bagi warga yang belum terdaftar kiranya bisa segera mendaftarkan dirinya, banyak keuntungannya. Dengan punya jaminan kesehatan kita tidak mesti sakit berat dulu berobat, apabila ada keluhan kesehatan bisa berobat ke fasilitas kesehatan sesuai yang kita pilih. Dan selama ini saya dilayani dengan baik tidak ada penolakan atau pelayanan yang mengecewakan," kata dia.

Berbicara berkenaan dengan akan adanya penyesuaian iuran, Ia  menyebut hal tersebut merupakan hal yang wajar karena iuran yang dibayarkan masih terbilang murah dan warga masih bisa menyesuaikan kemampuan pembayarannya dengan kelas rawat yang dapat dipilih.

"Walaupun ada penyesuaian iuran, seharusnya tidak ada masalah karena iuran yang sekarang masih terbilang murah dan masyarakat juga masih diberikan alternatif untuk iurannya, bagi yang mampu bisa bayar sendiri, yang pekerja di potong dari iuran gajinya sedangkan bagi yang tidak mampu dapat masuk dalam Penerima Bantuan Iuran yang ditanggung oleh pemerintah," jelasnya.

Suaini pun mengharapkan agar program JKN-KIS dapat terus dipercaya oleh masyarakat dan tidak mempercayai isu negatif akan program JKN-KIS karena sejatinya Ia telah merasakan sendiri manfaatnya.

"Daftar dulu tidak ada ruginya, kalau ada berita yang tidak bagus terkait dengan program JKN-KIS itu bisa jadi tidak benar dan kalaupun ada, saya rasa tidak mengurangi besarnya manfaat yang telah dirasakan oleh banyak masyarakat," ujarnya.

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar