BPJS Kesehatan dan RSUD lakukan evaluasi untuk perkuat implementasi PRB

id bpjs kesehatan muara teweh,rsud muara teweh,prb

BPJS Kesehatan dan RSUD  lakukan evaluasi untuk perkuat implementasi PRB

BPJS Kesehatan Muara Teweh bersama perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh melaksanakan monitoring dan evaluasi di ruang rapat kantor BPJS Kesehatan Muara Teweh, Rabu (25/09/2019).ANTARA/HO-BPJS Kesehatan Muara Teweh

Muara Teweh (ANTARA) - Sebagai upaya meningkatkan kordinasi dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) khususnya berkenaan dengan program Rujuk Balik (PRB), BPJS Kesehatan Muara Teweh bersama dengan PIC PRB dari perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh melaksanakan monitoring dan evaluasi di ruang rapat kantor BPJS Kesehatan Muara Teweh, Rabu.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Muara Teweh Basnah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk kembali menyamakan persepsi guna mengatasi kendala yang terjadi di lapangan sehingga kemudahannya dirasakan baik oleh peserta maupun PIC PRB di rumah sakit.

"Tujuan PRB sebenarnya baik yaitu memberikan kemudahan layanan bagi peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis yang dalam keadaan stabil dan sesuai rekomendasi dokter spesialis, untuk dapat dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Namun dalam implemtasinya diperlukan koordinasi dan satu pemahaman bersama agar PRB dapat diterapkan dengan baik," kata Basnah.

Lusmiah Sari perwakilan dari Poli Penyakit Dalam RSUD Muara Teweh mengungkapkan tantangan yang dihadapi diantaranya peserta yang bersangkutan tidak ingin masuk dalam PRB padahal kondisinya sudah stabil.

"Kadang peserta bersangkutan tidak ingin di rujuk balik, karena masih ingin berobatnya ke rumah sakit padahal kondisinya sudah stabil," ucapnya.

Tantangan tersebut memang kerap kali terjadi sehingga perlu terus dilakukan sosialisasi dan pemahaman dari petugas rumah sakit kepada peserta terkait manfaat dari PRB. Selain itu juga dilakukan upaya diantaranya melakukan kontak ke peserta PRB tersebut dan menggelar kelas PRB agar peserta paham dan mau mengikuti program ini.

Dalam impelemntasi PRB, hal lain yang menjadi perhatian diantaranya ketersediaan obat PRB. Basnah mengharapkan PIC PRB di rumah sakit dapat lebih teliti dalam melihat daftar obat yang dapat diberikan termasuk dengan ketersediaan obat PRB tersebut.

"Peserta PRB juga diharapkan dapat diberikan pemahaman dengan baik, khususnya dalam memenuhi kebutuhan obatnya, jangan sampai dibuat bolak-balik dalam pengambilannya karena kurang kordinasi dan pemahaman," pungkasnya.

Hingga September 2019, peserta PRB di wilayah Kabupaten Barito Utara telah mencapai 250 orang dan ditargetkan terus bertambah hingga akhir tahun. 

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar