Begini penjelasan pemprov tentang relokasi permukiman rawan banjir di Kalteng

id Pemprov kalteng, kalteng, kalimantan tengah, fahrizal fitri, banjir, relokasi, permukiman, rawan bencana, sempadan sungai, musim hujan

Begini penjelasan pemprov tentang relokasi permukiman rawan banjir di Kalteng

Dok-Pengendara sepeda motor melintas di kawasan banjir di Jalan Merak Muara Teweh. (ANTARA/Kasriadi)

Palangka Raya (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri menjelaskan, berkaitan daerah rawan bencana seperti banjir telah dilakukan identifikasi secara menyeluruh melalui perangkat daerah terkait.

"Jadi tinggal bagaimana selanjutnya, perlu direlokasi ataukah tidak. Karena relokasi itu kaitannya dengan penyediaan tempat," katanya di Palangka Raya, Senin.

Sebagai salah satu contoh, dulu pernah dilakukan upaya relokasi permukiman warga di kawasan Flamboyan Kota Palangka Raya ke kawasan lain, namun nyatanya tidak semua warga setuju dan bersedia.

Tentunya apabila warga di suatu permukiman rawan seluruhnya bersedia direlokasi, maka pemda akan menindaklanjuti. Agar dibuat perencanaan, sehingga pada akhirnya relokasi bisa benar-benar direalisasikan.

"Namun perlu diingat bersama, umumnya relokasi sulit dilakukan sebab rata-rata warga enggan pindah. Kebanyakan dari mereka sudah merasa nyaman dengan tempat tinggalnya," tuturnya.

Sejak dulu banyak warga yang ingin tinggal di sekitar tepian sungai, guna mendekatkan diri dengan air sebagai salah satu kebutuhan hidup, serta transportasi air menjadi sarana utama untuk berpergian, meski seiring berjalannya waktu mulai terjadi perubahan.

Padahal sesuai ketentuan, pada kawasan sempadan sungai tidak diperbolehkan dibangun permukiman dengan jarak tertentu. Namun kenyataannya hal itu masih sulit diterapkan.

Sebelumnya Sekretaris Dinas Sosial Kalteng Budi Santoso menjelaskan, wilayah yang sering diterjang banjir berdasarkan data yang mereka miliki, diantaranya sejumlah wilayah di Gunung Mas, Katingan, Pulang Pisau dan Barito Utara, serta Kota Palangka Raya.

Lima daerah itu menjadi langganan bencana banjir di setiap musim hujan tiba. Pihaknya juga sudah memberikan masukan kepada Dinas Sosial di masing-masing daerah, agar warganya mau direlokasi.

Namun kebanyakan, masyarakat enggan beralih dari lokasi rawan banjir karena diduga sudah merasa nyaman. Meski wilayahnya sering dilanda banjir, pada akhirnya mereka pun lebih memilih untuk bertahan.

"Solusi terbaik agar mereka tak menjadi korban banjir adalah relokasi, kalau mereka mau direlokasi tentunya anggaran mengenai hal itu akan kami laporkan kepada Kementerian Sosial RI, sebab memang ada programnya," ungkapnya.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar