Ini perkiraan curah hujan di Gumas memasuki Desember 2019

id Kalimantan Tengah, Kalteng, Kabupaten Gunung Mas, Gumas

Ini perkiraan curah hujan di Gumas memasuki Desember 2019

Plt Kepala BPBD Kabupaten Gumas Makmur Ginting saat memberi keterangan kepada awak media di Kuala Kurun, Jumat (29/11/2019). (ANTARA/HO-Diskominfo dan SP Kabupaten Gumas)

Kuala Kurun, Gunung Mas (ANTARA) - Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Makmur Ginting menyatakan bahwa curah hujan di wilayah setempat untuk dua bulan kedepan diperkirakan normal.

“Sesuai dengan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Kabupaten Gumas pada bulan Desember 2019 dan Januari 2020 masih normal,” ucapnya saat dibincangi di Kuala Kurun, Jumat.

Dikatakan, berdasarkan data dari BMKG,  memasuki bulan Februari 2020 curah hujan di kabupaten bermotto Habangkalan Penyang Karuhei Tatau diprediksi akan berada pada titik menengah. Untuk itu, diimbau kepada masyarakat Kabupaten Gumas, khususnya yang tinggal di dekat bantaran sungai agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor saat curah hujan meningkat nanti

“Berdasarkan data selama ini, ada beberapa kecamatan di Kabupaten Gumas yang sering terjadi banjir, yakni Sepang, Mihing Raya, Kurun, Tewah, Miri Manasa, Rungan Hulu, dan Rungan Barat,” bebernya.

Ssecara umum BPBD Kabupaten Gumas siap jika bencana terjadi di daerah itu, baik dalam sisi personel maupun sarana dan prasarana. Tak hanya sebatas banjir dan tanah longsor, namun juga bencana lainnya.

Baca juga: Bupati ingatkan KNPI Gumas kelola anggaran secara transparan

Sebelumnya, Sekretaris BPBD Kabupaten Gumas Penyang D Massal mengatakan pihaknya telah memasang papan mistar pengukur ketinggian air di beberapa tempat yakni di Kecamatan Kurun dan Tewah.

Dia menyebut, papan mistar pengukur itu merupakan peringatan dini terhadap munculnya bahaya banjir di lokasi sekitar, sehingga masyarakat dapat melakukan tindakan darurat jika terjadi banjir.

Papan mistar dibagi menjadi beberapa kategori, yakni siaga 1 dimana ketinggian air antara 0-25 cm, siaga 2 ketinggian air antara 25-50 cm, dan siaga 3 ketinggian air antara 50-75 cm, dan darurat di atas 75 cm.

“Jika ketinggian air sudah mencapai 25 cm, nantinya akan ada alarm yang berbunyi, sebagai peringatan kepada warga sekitar agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan bebas dari banjir,” jelas Penyang.


Baca juga: Anggota Korpri Gumas diminta kerja cepat layani masyarakat

Baca juga: Pendaftaran panwascam di Gumas, ini jadwal dan persyaratannya

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar