Pemkab Barito Utara bentuk kelompok Masyarakat Peduli Api

id mpa barito utara,mpa barut,mpa kecamatan teweh selatan,mpa empat desa,wakil bupati barut sugianto p putra

Pemkab Barito Utara bentuk kelompok Masyarakat Peduli Api

Wakil Bupati Sugianto Panala Putra menyerahkan sepatu bot secara simbolis kepada salah satu peserta kegiatan pembentukan MPA di sejumlah desa di Muara Teweh, Kamis (5/12/2019).ANTARA/Dokpri

Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah membentuk memberikan pembekalan teknis dan penetapan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA)  pada empat desa  di wilayah Kecamatan Teweh Selatan.

"Saya mengajak seluruh anggota MPA yang telah dibentuk dan mendapat pembekalan teknis, agar berperan aktif menjaga desanya dari kejadian kebakaran hutan dan lahan," kata Wakil Bupati Barito Utara  Sugianto Panala Putra, di Muara Teweh, Kamis.

Empat desa MPA  itu di wilayah Kecamatan Teweh Selatan itu meliputi Desa Trahean, Trinsing, Bintang Ninggi I dan Bintang Ninggi II.

MPA tersebut, kata dia, juga diharapkan benar-benar menjaga desanya dari kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

"Besar harapan pemerintah mulai 2020 mendatang Desa Trahean, Desa Trinsing, Desa Bintang Ninggi I dan Desa Bintang Ninggi II, bebas dari asap kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Sugianto mengatakan, kedepannya Dinas Lingkunan Hidup tidak hanya melakukan pembentukan kelompok MPA, tetapi juga melakukan pembinaan kelompok MPA sesuai ketentuan. Pergunakan dana DBH-DR sebaik mungkin sesuai pilihan kegiatan yang sudah ditetapkan.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Suriawan Prihandi menyerahkan alat pemadam kebakaran kepada empat desa di Kecamatan Teweh Selatan, usai pembukaan pembentukan MPA di Muara Teweh, Kamis (5/12/2019).ANTARA/Dokumen pribadi

“Setiap personel MPA diharapkan dapat berperan aktif dalam upaya pengendalian karhutla baik dalam upaya pencegahan atau pemadaman. Setiap personel MPA diberikan pelatihan mengenai dasar-dasar pengendalian karhutla, kegiatan pencegahan dan juga pemadaman. Selain itu, MPA juga diberikan pelatihan pembukaan lahan tanpa membakar, yaitu dengan memanfatkan limbah biomassa," kata dia.

Dia menambahkan dengan kemampuan melakukan pembukaan lahan tanpa membakar, diharapkan MPA bisa menjadi pioner dan memberi contoh kepada masyarakat dalam melakukan pembukaan atau pembersihan lahan tanpa membakar.

"MPA yang dibentuk pada hari ini akan dibekali pengetahuan pencegahan karhutla dan materi lainnya sehingga personil maupun regu memiliki kemampuan kemandirian dan respon terhadap terjadinya karhutla. Diharapkan kelompok MPA yang mendapatkan pelatihan ini juga dapat mengambil langkah awal ketika ada lokasi kebakaran hutan dan lahan di sekitar desa," jelas dia.

Masyarakat peduli api menjadi mitra brigade pengendalian Karhutla atau Manggala Agni dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tingkat tapak atau unit paling dasar.

Mengingat terbatasnya personel Manggala Agni dan luasnya wilayah yang ditangani, peran MPA sangat membantu tugas Mangala Agni. Oleh karena itu, kapasitas MPA harus diperkuat secara kualitas dan kuantitas.

"MPA dibentuk dan dilatih sehingga memiliki kemampuan dasar dalam pencegahan atau pemadaman dini, dengan tujuan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah desa, dapat segera dilakukan pemadaman secara dini menggunakan peralatan manual agar api tidak meluas," kata Sugianto.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barito Utara Suriawan Prihandi  mengatakan  maksud dan tujuan diselenggarakan pembentukan, pembekalan teknis dan penetapan kelompok MPA ini agar desa yang rawan dan berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan memiliki kelompok MPA.

"Tujuan pembentukan pembekalan teknis dan penetapan kelompok MPA ini agar kelompok yang dibentuk dibekali pengetahuan tentang karhutla dan kemandirian kelompok dalam melakukan pencegahan karhutla," ujar Suriawan.
 

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar