Polisi tembak mati seorang begal sadis

id Polisi tembak mati seorang begal sadis,begal motor,begal sadis,Polrestabes Surabaya

Polisi tembak mati seorang begal sadis

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho (tengah) merilis komplotan begal sadis yang salah satunya ditembak mati di RSUD dr Soetomo Surabaya, Jumat (06/12/2019). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Surabaya (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menembak mati salah seorang begal sepeda motor yang merupakan komplotan dikenal sadis.

"Ada dua orang yang dibekuk, satu orang ditembak mati dan seorang lainnya tertembak di kakinya," ujar Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Sandi Nugroho kepada wartawan di Surabaya, Jumat.

Ia menyampaikan, komplotan begal tersebut terdiri dari dua orang, yaitu berinisial MH (32) dan NR (22) yang sama-sama asal Balongsari Surabaya.

Pihaknya terpaksa melepaskan tembakan karena berupaya melawan saat hendak ditangkap, bahkan pelaku MH yang merupakan eksekutor saat melakukan tidak kejahatan tertembak tepat di dadanya dan meninggal dunia.

"Seorang lagi pelaku lainnya, NR, kakinya tertembus timah panas karena berupaya kabur saat ditangkap," ucap perwira menengah dengan tiga melati di pundak tersebut.

Kapolrestabes mengungkapkan, saat beraksi pelaku tak segan-segan melukai korban, bahkan terakhir dilakukan terhadap Slamet Efendi dengan menggunakan pisau penghabisan hingga korban mengalami luka cukup serius.

"Peristiwanya 4 Desember lalu di kawasan Jalan Raya Satelit Selatan. Sejumlah jari tangan dan salah satu kaki korban putus karena melakukan perlawanan untuk mempertahankan sepeda motor," tuturnya.

Berdasarkan penyelidikan Polrestabes Surabaya, kedua anggota komplotan begal sadis tersebut selama September hingga awal Desember telah melakukan perampasan sepeda motor di sebanyak 12 tempat kejadian perkara wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya.

"Pelaku ini memang sudah sangat meresahkan masyarakat sehingga kami harus melakukan tindakan tegas," katanya.

Sementara itu, Kombes Pol Sandi mengaku kecewa setelah mengetahui kedua pelaku tersebut adalah warga Kota Surabaya karena seharusnya turut menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes sekaligus mengingatkan kepada pelaku kejahatan lainnya yang masih berkeliaran bahwa jajarannya tidak segan melakukan tindakan tegas dengan melepaskan tembakan terukur yang dapat menyebabkan meninggal dunia.

"Ini bukti bahwa kami tidak main-main memberantas kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat di wilayah hukum Kota Surabaya," ucapnya menegaskan.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar