Pusat-Kobar gelontorkan Rp30 miliar lanjutkan pembangunan RSUD SI

id kalimantan tengah,kalteng,kotawaringin barat,kobar,bupati kobar,Nurhidayah

Pusat-Kobar gelontorkan Rp30 miliar lanjutkan pembangunan RSUD SI

Bupati Kotawaringi Barat Nurhidayah meninjau pembangunan gedung lima lantai di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Rabu (8/1) (HO-Humas Pemkab Kobar).

Pangkalan Bun, Kobar (ANTARA) - Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menggelontorkan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk melanjutkan pembangunan tahap II gedung rawat inap lima lantai di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Anggaran yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu ditargetkan selesai tahun ini, kata Bupati Kobar Nurhidayah saat memantau beberapa pembangunan di RSUD SI di Pangkalan Bun, Kamis.

"Untuk tahun 2020, khusus bangunan rawat inap lima lantai dan pembangunan lainnya di RSUD SI bisa selesai dan fungsional," tambahnya.

Dikatakan, pembangunan gedung rawat inap lima lantai tersebut nantinya akan menjadi solusi ketika angka kunjungan dan rawat inap di rumah sakit tersebut mengalami peningkatan. Sebabnya, ketika angka rawat inap pasien mengalami peningkatan ruang - ruang khususnya di kelas III tidak mencukupi, sehingga sampai ke selasar rumah sakit.

"Selain memantau sejumlah kegiatan strategis di rumah sakit ini saya juga berkesempatan melakukan kunjungan ke bayi kembar Siam yang dilahirkan beberapa waktu yang lalu, saya berharap agar tahun ini dapat selesai," kata Nurhidayah. 

Sementara itu Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Fachrudin menyampaikan saat ini pembangunan tahap ke II gedung lima lantai sedang dilaksanakan dan tahun 2021 sudah fungsional.

Baca juga: Bupati Kobar ingatkan kepala desa segera susun RPJMDes

Selain untuk mencukupi kebutuhan ruangan saat terjadi lonjakan rawat inap, gedung lima lantai tersebut juga untuk memberikan rasa nyaman bagi pasien dan penunggu pasien. Nantinya gedung lima lantai tersebut seluruhnya digunakan untuk ruang perawatan, dengan fasilitas satu kamar untuk satu pasien.

"Gedung lima lantai tersebut seluruhnya untuk perawatan dengan fasilitas satu kamar untuk satu pasien, dan total kamar di lima lantai tersebut 60 kamar," terangnya.

Ia juga mengungkapkan selain itu fasilitas ditiap ruangan nantinya berpendingin ruangan dan masing - masing kamar mandi ada masing - masing kamar. Ia berharap semua proses pembangunan dapat berjalan dengan baik, kendati demikian pihaknya masih memikirkan tenaga tambahan.

"Cuma tenaganya kedepannya perlu dipikirkan, yaitu tenaga perawat farmasi administrasi dan lain-lain," demikian Fahrudin.

Baca juga: Tim dokter pertimbangkan lokasi operasi pemisahan bayi kembar siam

Baca juga: Pemkab Kobar gencar promosikan pariwisata Arut Utara

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar