Kasus ISPA mendominasi Barsel pada tahun 2019

id Pemkab barsel, barsel, barito selatan, buntok, ispa, kasus, penyakit, dinas kesehatan, dinkes, puskesmas, kesehatan, pelayanan, gaya hidup, germas

Kasus ISPA mendominasi Barsel pada tahun 2019

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Barito Selatan Susanti. (ANTARA/Bayu Ilmiawan)

Buntok (ANTARA) - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Barito Selatan, Kalimantan Tengah, penyakit yang mendominasi di wilayah setempat pada tahun 2019 yakni infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

"Dari data 10 penyakit terbanyak, jumlah warga yang terserang ISPA tercatat sebanyak 12.848 orang," kata Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Barito Selatan Susanti di Buntok, Jumat.

Penyakit terbanyak selanjutnya secara berturut-turut, yakni hipertensi 8.416 kasus, diare 4.000 kasus, gastritis 3.553 kasus dan rematoid artritis terbanyak kelima dengan jumlah warga yang terserang sebanyak 2.711 kasus.

Kemudian commond cold tercatat sebanyak 2.610 kasus, dispepsia 2.071 kasus, gout artritis 663 kasus, kulit alergi sebanyak 662 kasus, serta warga yang terserang penyakit demam thypoid tercatat sebanyak 644 kasus.

Ia mengatakan, penyakit-penyakit tersebut dipicu oleh berbagai faktor risiko yang diantaranya gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat, merokok, serta sanitasi lingkungan tidak sehat dan lainnya.

Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk menangani 10 penyakit tertinggi itu, melalui promotif dan preventif dengan melaksanakan promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Selanjutnya melaksanakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dan pengendalian masalah tembakau dengan penetapan kawasan tanpa rokok, hingga pembentukan posbindu penyakit tidak menular di desa.

"Promosi lainnya, kami juga melaksanakan kunjungan sehat pada fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Pustu, Poskesdes, Posyandu lansia untuk mengecek kesehatan masyarakat secara rutin," jelasnya.

Akan tetapi upaya yang telah dilaksanakan pemerintah itu tak ada artinya, kalau masyarakat tidak mendukung dengan menjaga kesehatan dirinya masing-masing.

"Oleh karena itu, jagalah kesehatan yang dimulai dari diri sendiri, sebab kesehatan sangat mahal harganya dan lebih baik mencegah dari pada mengobati," ucapnya.

Selain itu, Susanti juga mengajak seluruh masyarakat di wilayah setempat supaya menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Sedangkan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, masyarakat diminta menjaga pola makan yang seimbang, beristirahat yang cukup dan berolahraga secara teratur.

"Dengan pola hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan daya tahan tubuh, maka kita akan terhindar dari penyakit. Juga miliki asuransi kesehatan untuk melindungi diri dan keluarga dalam jangka panjang," kata Susanti.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar