Bupati Kobar panen padi perdana di lahan tanpa bakar

id kobar panen padi perdana ,lahan tanpa bakar,kumai,pltb,bupati kobar nurhidayah

Bupati Kobar panen padi perdana di lahan tanpa bakar

Bupati Kotawaringin Barat H Nurhidayah bersama suami dan Kepala Dinas TPHP Kobar, Litbang Kementerian Pertanian serta petani melakukan panen perdana di demplot PLTB Desa Sebuai, Sabtu (17/1/2020) (ANTARA/Koko Sulistyo)

Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah melakukan panen padi perdana varietas unggul di demplot Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) Desa Sebuai Kecamatan Kumai.

"Demplot PLTB Desa Sebuai ini hasil kerjasama dengan Litbang Kementerian Pertanian, dan padi yang kita tanam ini adalah varietas unggul," Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) H Nurhidayah disela-sela panen padi di Desa Sebuai Kecamatan Kumai, Sabtu.

Menurut dia,  saat ini Desa Sebuai mempunyai areal pertanian PLTB seluas 700 hektare, dan areal persawahan yang terbuka dan sudah ditanam padi seluas 200 hektare.

Baca juga: Pembukaan empat trayek perintis bentuk berkembangnya perhubungan di Kobar

Spesialnya lahan pertanian seluas itu, kata dia, merupakan hasil dari proses pembukaan lahan tanpa bakar.

"Saya berharap demplot PLTB tersebut dapat menjadi contoh bagi petani di Kabupaten Kobar, karena setelah dilakukan inovasi terhadap lahan di daerah ini dengan PLTB dapat dihasilkan potensi ekonomi yang luar biasa," kata orang nomor satu kabupaten dengan julukan  Bumi Marunting Batu Aji itu.

Dia mengatakan, untuk satu hektare lahan pertanian PLTB di Desa Sebuai tersebut dapat dihasilkan padi sebanyak tujuh sampai delapan ton dalam satu hektarenya.

"Potensi ini sangat luar biasa kalau petani fokus untuk mengembangkan varietas pertanian, kita tidak usah muluk sampai delapan ton, enam ton saja kita hasilkan maka sudah bisa kita kalkulasikan nilai ekonominya," kata dia.

Baca juga: Tradisi 'Nyandau Durian' wujud kearifan lokal Kobar masih terjaga

Dalam satu hektare tanaman padi bila dihasilkan enam ton maka dengan harga perkilogramnya Rp10 ribu hingga Rp12 ribu maka dihasilkan Rp60 juta rupiah  dalam satu hektare.

Pembukaan demplot PLTB kerjasama dengan Litbang tersebut juga merupakan salah satu upaya pemerintah daerah sesuai dengan visi misi kepala daerah lima tahun ke depan, bahwa sektor pertanian menjadi salah satu program prioritas pembangunan dan dapat menjadi angin segar bagi petani dan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan, sehingga tidak terpaku dengan daerah luar.

"Kita juga ketahui bahwa Desa Sebuai juga kaya dengan potensi lainnya seperti pengembangan budidaya tambak udang peci, dan nanti akan kita kembangkan di desa ini selain potensi pariwisatanya," demikian Nurhidayah.

Usai kegiatan panen perdana, Bupati bersama rombongan juga berkesempatan untuk menikmati berbagai suguhan menu tradisional setempat, dan olahan masakan udang yang berpotensi dikembangkan di wilayah tersebut. 

Baca juga: Pusat-Kobar gelontorkan Rp30 miliar lanjutkan pembangunan RSUD SI

Baca juga: Bupati Kobar ingatkan kepala desa segera susun RPJMDes

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar