Seorang penjual mainan di Kalsel ditetapkan tersangka karena nyambi jual obat ilegal

id Seorang penjual mainan ditetapkan tersangka karena nyambi jual obat ilegal,Banjarmasin,Polres Hulu Sungai Tengah

Seorang penjual mainan di Kalsel ditetapkan tersangka karena nyambi jual obat ilegal

Tersangka kasus narkotika di HST yang merupakan seorang penjual mainan (ANTARA/M Taupik Rahman)

Banjarmasin (ANTARA) - Satuan Reserae Narkoba dan Unit Resmob Satuan Reskrim Polres Hulu Sungai Tengah (HST) secara resmi menetapkan seorang penjual mainan sebagai tersangka karena kedapatan nyambi menjual obat ilegal atau terlarang di kota setempat.

"Tersangka yang kami tetapkan sebaga tersangka itu berinisial MY (41) warga Jalan Dharma Padawangan, dan kesehariannya berprofesi sebagai penjual mainan anak-anak," kata Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Danang Widaryanto di Barabai, Kamis.

Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan dan proses hukum tersangka MY dijerat Pasal 114 ayat (1) Sub 112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, jounto Pasal 60 ayat (2) Sub Pasal 62 UU RI No 05 Tahun 1997 Tentang Psikotropika.

"Saat ini tersangka sudah kami tahan di rumah tahanan Polres HST guna proses hukum lebih lanjut sampai ke persidangan," ucapnya.

Untuk diketahui, tersangka ditangkap pada Minggu (19/1) malam, sekitar pukul 22.30 WITA, di Jalan Pasar III Kelurahan Barabai Selatan, Kalsel, tepatnya di toko mainan tempat dia bekerja.

Dalam penangkapan itu turut disita bebarapa barang bukti di antaranya 52 butir tablet warna putih yang di bungkus dengan timah strip warna silver, 909 butir Obat Aprazolam, 259 butir Obat Valdimex diazepam, 289 butir obat Riklona Clonazepam, 95 butir Obat Merlopam Lorazepam dan 47 butir Obat Atarax Aprazolam.

Selain itu, polisi juga turut mengamankan satu unit HP, satu tas punggung dan uang tunai sebesar Rp692 ribu.

Kapolres terus menyampaikan, tersangka ditangkap berdasarkan laporan dari masyarakat yang resah melihat seringnya transaksi obat-obatan terlarang di toko tempat tersangka bekerja.

Dirinya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para remaja agar jangan coba-coba dan mengkonsumsi barang haram tersebut karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan.

"Kami jajaran Polres HST tidak akan pernah memberikan ruang gerak bagi bandar dan pengedar obat terlarang. Maka dari itu harus ada dukungan dari semua pihak sehingga tidak ada lagi peredaran narkotika dan psikotropika di Kabupaten HST," tuturnya.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar