Kenali pingsan yang bisa jadi tanda bahaya

id Pingsan, tanda pingsan, gejala pingsan

Kenali pingsan yang bisa jadi tanda bahaya

Ilustrasi merasa pusing dan ingin pingsan (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Jangan sepelekan pingsan, karena kondisi itu bisa menjadi pertanda terjadi hal buruk di tubuh Anda, salah satunya gangguan irama jantung (aritmia) yang bisa berujung kematian mendadak.

Dokter spesialis jantung dari RS MMC Jakarta, dr. Dicky Armein Hanafy mengatakan, pingsan berulang disertai keluhan jantung berdebar-debar adalah satu ciri yang perlu Anda waspadai.

"Pingsan terkadang tidak berbahaya. Tetapi walau hanya sekali, tetapi kalau ada riwayat berdebar sebelumnya, harus segera diperiksakan," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Pada dasarnya, pingsan terjadi saat otak kekurangan oksigen apapun penyebabnya. Selain keluhan jantung berdebar, kondisi ini bisa menjadi pertanda bahaya (misalnya aritmia) jika disertai faktor riwayat keluarga mati mendadak.

"Kalau hanya pingsan tidak ada keluhan sebelumnya umumnya bisa saja enggak ada apa-apa. Tetapi ada riwayat di keluarga mati mendadak, nah itu harus segera diperiksakan. Jangan-jangan gejala awal mati mendadak juga," ujar Dicky.

Aritmia merupakan penyakit sistem listrik jantung. Adanya gangguan pada pembentukan atau penjalaran impuls listrik menyebabkan irama jantung tidak berdenyut secara ritmik, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat.

Normalnya, jantung berdenyut sebanyak 50-90 kali per menit. Denyut jantung disebut berdetak terlalu cepat saat mencapai 200 kali per menit. Sementara denyut jantung dikatakan melambat ketika handiniya 40 kali per menit.

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis jantung dari RS MMC Jakarta. dr. Sunu Budhi Raharjo menuturkan, sebelum pingsan, pasien aritmia biasanya terlebih dulu mengalami pusing atau kleyengan akibat pompa jantung tidak optimal.

Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter terutama spesialis aritmia, khususnya jika Anda sudah berusia di atas 30 tahun untuk mendapat penanganan.

Aritmia yang tak tertangani dengan baik, bisa menyebabkan kerusakan otak permanen hingga kematian mendadak penderitanya.

Baca juga: Ini penyebab pingsannya Via Vallen saat nyanyi

Baca juga: Pingsan saat bertugas, Camat Telawang meninggal dunia

Baca juga: Ini alasan seseorang takut darah bahkan sampai pingsan

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar