Imigrasi identifikasi 14 warga Iran terdampar yang tak berdokumen

id Imigrasi identifikasi 14 warga Iran terdampar yang tak berdokumen,Meulaboh ,Imigrasi identifikasi 14 warga Iran,Aceh,Imigrasi

Imigrasi identifikasi 14 warga Iran terdampar yang tak berdokumen

Sebanyak 14 orang warga negara asing (WNA) asal Iran masih diamankan diatas kapal setelah terdampar di perairan Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat, setelah kapal yang ditumpangi warga asing ini rusak sejak berada di kawasan Maladewa (Maldives), Selasa (28/1/2020). (ANTARA/HO-Dok. Imigrasi Meulaboh)

Meulaboh (ANTARA) - Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Aceh Herdaus menegaskan 14 orang diduga warga negara Iran yang terdampar di perairan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, tidak memiliki dokumen keimigrasian.

"Imigrasi masih mengidentifikasi dan masih meneliti faktor bagaimana WNA (warga negara asing) ini bisa terdampar ke Aceh Barat, ini yang masih dipelajari," kata Herdaus kepada wartawan di Meulaboh, Rabu (29/1).

Ke-14 orang diduga warga negara Iran itu terdampar di perairan Meulaboh setelah kapal yang mereka tumpangi rusak sejak berada di Maladewa.

Ke-14 orang itu adalah Lal Muhammad, Annar, Al Abbas, Abdullah, Mohammad Rafiq, Abdul Nasir, Abdullah Fariziq, Jawi, Ismail, Muhammad Rafiq, Nathim, Adam, Syahaqi, dan Amir Muhammad.
Warga Negara Asing (WNA) asal Iran yang diselamatkan nelayan Aceh memperlihatkan identitasnya saat identifikasi di Perairan Pantai Desa Suak Indrapuri, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (29/1/2020). Pihak imigrasi akan berupaya berkoordinasi dan akan mengirimkan biodata ke 14 WNA Iran yang diselamatkan nelayan Aceh ke pihak Kedutaan Besar Iran di Jakarta. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ama.

Herdaus menegaskan pihaknya harus berhati-hati menangani mereka karena kedatangan mereka tidak diharapkan.

Karena tidak memiliki dokumen yang sah, pihak imigrasi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk sementara mengedepankan hak asasi manusia (HAM) dalam menangani mereka, termasuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Hingga Rabu siang, kata Herdaus, Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh masih kesulitan  berkomunikasi dengan mereka karena tidak seorang pun dari mereka bisa berbahasa Inggris.

"Sementara mau mengatakan mereka (WNA) yang terdampar ini warga Iran, bukti paspor tidak ada," kata dia.

Herdaus mengaku menunggu kedatangan pihak kedutaan Iran di Jakarta agar bisa memastikan identitas mereka.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar