Kalteng sulit kembangkan budidaya bawang putih

id Bptp kalteng, balai pengkajian teknologi pertanian, bawang putih, hortikultura, varietas, dataran tinggi, dataran rendah, lamandau, palangka raya, mur

Kalteng sulit kembangkan budidaya bawang putih

Kepala BPTP Kalteng Dr Syamsuddin. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Tengah menjelaskan, pengembangan budidaya bawang putih sulit dilakukan di wilayah setempat karena berbagai faktor.

Sejumlah faktor itu diantaranya kondisi alam yang meliputi struktur tanah, ketinggian daratan dari permukaan laut, suhu maupun cuaca. Selain itu diperlukan varietas yang benar-benar cocok dengan semua faktor tersebut, kata Kepala BPTP Kalteng Dr Syamsuddin di Palangka Raya, Selasa.

"Pengembangan bawang putih dengan sejumlah varietas berbeda pernah dilakukan di Kalteng, namun sayangnya belum berhasil," jelasnya kepada ANTARA.

Upaya pengembangan itu pernah dilakukan di Palangka Raya, dengan varietas yang diujicobakan meliputi varietas lokal lumbu hijau, lumbu kuning serta varietas bawang putih impor.

Ketiganya belum berhasil dikembangkan lantaran suhu yang terlalu tinggi dan muka air tanah rendah akibat iklim basah, sehingga menjadi penyebab tidak berhasilnya uji coba tersebut.

Baca juga: Harga bawang putih melonjak, Kalteng dorong Kemendag lakukan impor

Baca juga: Kebutuhan bawang putih Kalteng masih bergantung pada impor


Saat ini budidaya bawang putih dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat serta Sumatera Utara. Namun tingkat produksinya pun belum mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat.

"Mengingat kebutuhan terhadap bawang putih jauh lebih banyak jika dibandingkan produksi, sehingga pada akhirnya masih perlu dilakukan impor," tuturnya di sela kegiatan kerjanya.

Ia menjelaskan, Kalteng memiliki lahan yang cukup luas untuk pengembangan budidaya hortikultura, tetapi sayangnya untuk bawang putih belum tersedia. Namun upaya pengembangan budidaya tersebut sebenarnya masih memungkinkan.

Seperti menelusuri wilayah-wilayah baru yang memiliki dataran tinggi atau perbukitan di wilayah Murung Raya maupun Lamandau. Namun jika dilakukan, daerah yang hendak diuji coba harus di luar kawasan hutan sehingga cukup sulit dilakukan.

"Semua faktor harus kita perhatikan untuk pengembangan budidaya bawang putih dan salah satunya yang tidak kalah penting, harus berada di luar kawasan kehutanan," terang Syamsuddin.

Baca juga: Indonesia krisis petani muda, BPTP Kalteng lakukan ini untuk mengatasinya

Baca juga: Kepala BPTP yang baru sampaikan komitmen pengembangan pertanian di Kalteng

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar