Kabupaten/kota di Kalteng diminta perbanyak agenda pariwisata

id Pemprov kalteng, kalteng, kalimantan tengah, disbudpar, kebudayaan dan pariwisata, agenda pariwisata, kementerian pariwisata, ekonomi kreatif, calende

Kabupaten/kota di Kalteng diminta perbanyak agenda pariwisata

Pembukaan rapat kerja daerah kebudayaan dan pariwisata se-Kalteng di Palangka Raya, Kamis, (13/2/2020). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah diminta memperbanyak agenda pariwisata atau festival dengan kearifan lokal, sebagai strategi meningkatkan daya tarik wisata di wilayah setempat.

"Langkah itu dinilai ampuh untuk mendatangkan atau meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kalteng," kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melalui Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy di Palangka Raya, Kamis.

Hal itu ia sampaikan saat rapat kerja daerah kebudayaan dan pariwisata se-Kalteng. Dalam rapat tersebut disusun kalender agenda atau 'calender of event' pariwisata, agar terencana dengan baik dan tidak tumpang tindih.

Pemkab/pemkot dituntut mampu membuat agenda pariwisata yang menarik, tidak hanya bagi masyarakat setempat namun juga mereka yang berasal dari luar Kalteng bahkan wisatawan mancanegara.

Saat ini ada sebanyak tiga agenda pariwisata Kalteng yang masuk dalam 'calender of event' Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2020, meliputi Festival Budaya Isen Mulang di Palangka Raya, Festival Babukung di Lamamdau serta Festival Tanjung Puting di Kotawaringin Barat.

"Ada pula agenda internasional 9-12 Oktober yaitu 'Wonderful Sail to Kumai Indonesia'. Peluang dan momentum ini sangat baik untuk promosi pemasaran budaya, kesenian, pariwisata dan ekonomi kreatif," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pariwisata merupakan prioritas, dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi hingga meningkatkan kesejahteraan dalam arti luas.

Kondisi di Kalteng yang masyarakatnya hidup rukun dan damai, tidak ada bencana seperti gunung berapi, tsunami hingga gempa bumi, membuatnya semakin potensial untuk dikuatkan sektor pariwisata, khususnya menjadi ekowisata.

"Dalam hal ini, khususnya kepala dinas yang membidangi agar bekerja keras, menguatkan koordinasi, sinkronisasi, maupun program peningkatan kuantitas maupun kualitas pelayanan publik di bidang pariwisata," ungkapnya di sela kegiatan.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar