Berkeliaran di kebun masyarakat, dua orangutan diselamatkan secara dramatis

id kalimantan tengah,kalteng,orangutan dievakuasi,evakuasi orangutan,orangutan masuk lahan masyarakat

Berkeliaran di kebun masyarakat, dua orangutan diselamatkan secara dramatis

Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW II BKSDA Kalteng saat membawa anak Orangutan yang berhasil diselamatkan dari hutan di kawasan Sungai Arut, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis (20/2) ANTARA/Ho-BKSDA Kalteng.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW II BKSDA Kalteng berhasil  menyelamatkan atau evakuasi dua   orangutan di hutan tepi Sungai Arut, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), rescue berlangsung dramatis karena lokasi berupa hutan rawa dalam.

"Lokasi keberadaan orangutan cukup sulit ditembus, medannya hutan rawa dalam karena di pinggir sungai dan banyak duri rotan yang membuat kulit tergores," kata tim WRU SKW II BKSDA Kalteng Muda Yulivan, Jumat.

Dijelaskannya, dua satwa yang  dilindungi tersebut diselamatkan dari atas pohon setinggi 15 meter. Untuk keamanan orangutan tersebut, tim WRU harus membersihkan sekeliling pohon tersebut, agar memudahkan evakuasi.

Untuk mengalihkan perhatian orangutan tersebut agar tidak fokus pada penembak bius, anggota tim terlebih dahulu menyebar ke berbagai sisi dan kemudian ketika lengah langsung ditembak. Saat evakuasi, tim WRU tidak memasang jaring karena saat orangutan jatuh akibat bius lokasi di sekitar yang berair dan sudah dibersihkan dianggap aman, terlebih posisi jatuh sudah perkiraan arahnya.

"Kemaren tidak di pasang jaring, saat bius bekerja orangutan tersangkut di pohon sehingga dipanjat dan di jatuhkan, tetapi tidak terlalu tinggi paling 3 meteran, karena di bawah air, posisi di pinggir sungai dan tunggul-tunggul kayu kita bersihkan jadi aman buat jatuhnya orangutan," terangnya.

Setelah berhasil direscue, tim WRU membawa dua ekor yang terdiri dari induk dan anaknya, menggunakan perahu, masing - masing berat induk dan anak orangutan tersebut adalah 40 kilogram dan enam kilogram.

Orangutan yang dilaporkan oleh masyarakat berjumlah empat ekor, namun ketika tim WRU datang, dua individu langsung lari ke dalam hutan.

Baca juga: Tiga orangutan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Raya

"Saat ini kedua orangutan tersebut berada di kandang karantina milik OCCQ di Desa Pasir Panjang, dan hari ini rencananya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap induk dan anaknya," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pekebun di Kelurahan Raja Seberang, Sarwani menyampaikan dilaporkannya keberadaan orangutan tersebut, lantaran kerap merusak kebun sawit milik warga. Mengingat primata tersebut dilindungi dan untuk keamanan orangutan itu sendiri pihaknya melaporkan kepada SKW II BKSDA Kalteng.

Orangutan tersebut berada di kawasan perkebunan mereka yang berdekatan dengan Sungai Arut tersebut sudah terpantau beberapa Minggu lalu, namun setelah itu hilang kembali, dan ketika muncul lagi segera dilaporkan untuk di evakuasi ke habitat yang lebih aman yaitu di kawasan TNTP.

"Dari empat ekor yang berhasil dievakuasi hanya dua ekor, sementara yang dua lainnya sempat lari masuk ke dalam hutan saat tim datang," demikian Sarwani.

Baca juga: Orangutan semakin sering masuk ke kebun masyarakat Kotim

Baca juga: Tiga orangutan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Raya

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar