Harry dan Meghan jalankan tugas terakhir di kerajaan

id Meghan Markle,pangeran harry,Harry dan Meghan jalankan tugas terakhir di kerajaan

Harry dan Meghan jalankan tugas terakhir di kerajaan

Pangeran Harry dan Meghan Markle tiba di acara tahunan Layanan Persemakmuran di Westminster Abbey, London, Inggris, 9 Maret 2020. (REUTERS/HENRY NICHOLLS)

Jakarta (ANTARA) - Para anggota tinggi kerajaan Inggris berkumpul bersama, Senin (9/3) di Westminster Abbey dalam kumpul keluarga bersama sebelum Pangeran Harry dan Meghan Markle menjalani karir baru, mundur dari tugas kerajaan.

Acara tahunan Layanan Persemakmuran ini juga pertama kalinya Harry dan Meghan terlihat bersama Ratu Elizabeth, Pangeran William dan istrinya Kate, Pangeran Charles dan Camilla, semenjak keduanya mengejutkan publik karena mengumumkan mundur dari tugas kerajaan pada Januari.

Harry dan Meghan tersenyum, dan Meghan melambaikan tangan kepada William dan Kate ketika mereka tiba. Pasangan itu mengobrol dan tertawa bersama pamannya, Pangeran Edward, yang duduk di samping mereka.

"Saya membayangkan semuanya akan bersikap sangat baik," kata biografer kerajaan Penny Junor kepada Reuters. "Tapi siapa yang tahu apa yang mereka pikirkan."

Baca juga: Kedekatan Pangeran Harry - Meghan Markle dengan Jennifer Lopez di Miami

Harry dan Meghan ingin mundur untuk membuat peran baru  dan mandiri secara finansial serta menghabiskan lebih banyak waktu di Amerika Utara. Pengumuman itu mengejutkan pihak istana dan membuat mereka melakukan pertemuan penting yang berujung keputusan Harry dan Meghan akan mundur dari tugas kerajaan.

Harry dan Meghan sudah lebih sering menghabiskan waktu di Kanada, tapi mereka kembali bulan ini untuk melakukan tugas-tugas kerajaan terakhir. Putra mereka Archie tetap berada di Kanada.

Acara kemarin adalah penampilan terakhir mereka di acara kerajaan, kurang dari dua tahun setelah mereka menikah.

"Harapan kami adalah terus mengabdi pada ratu, persemakmuran dan asosiasi militerku tanpa pendanaan publik. Sayangnya itu tidak mungkin," ujar Harry pada Januari lalu.

Baca juga: Ratu Elizabeth restui Pangeran Harry dan Meghan keluar dari kerajaan Inggris

Berdasarkan hasil jajak suara, Harry adalah salah satu anggota kerajaan terpopuler. Menurut Junor, kepergian Harry akan jadi kehilangan besar untuk keluarga dan monarki.

"Dia tahu apa yang bisa dilakukan dalam posisi ini, kekuatan untuk membuat banyak hal jadi lebih baik. Kupikir dia akan kehilangan kemampuan itu untuk membuat hidup orang lebih baik."

Kendati demikian, Harry, yang telah 10 tahun mengabdi di militer, tak pernah menyembunyikan rasa tidak nyaman atas peran kerajaan dan perhatian media. Dia telah buka-bukaan tentang pergulatan kesehatan mental setelah kematian ibunya, Putri Diana.

Harry juga marah atas perlakukan tabloid Inggris terhadap istrinya, mantan aktris Amerika Serikat. Meghan juga pernah mengungkapkan kesulitannya.

Baca juga: Netflix berminat membuat film tentang Pangeran Harry - Meghan Markle

Junor mengatakan Harry mungkin akan merasa kesulitan tinggal di AS dan Kanada, jauh dari keluarga, teman dan kehidupan lamanya.

"Dia mengorbankan semua yang ia tahu, keluarga besar yang dekat dengannya, pekerjaannya, untuk pergi dan tinggal di Kanada di mana dia sebenarnya tidak tahu siapa pun dan tak punya pekerjaan," katanya.

Pekan lalu, Harry bertemu dengan ratu di Kastil Windsor untuk mendiskusikan masa depannya. Sumber kerajaan mengonfirmasi laporan surat kabar Sun bahwa ratu berkata Harry akan selalu diterima untuk kembali bergabung dengan kerajaan.

"Saya bisa membayangkan Harry kembali," ucap Junor.

"Kuharap dia takkan bangun pada satu hari dan berpikir 'apa yang telah kita lakukan? Kita duduk di surga... tapi apa lagi yang kita punya dalam hidup?' saya harap itu tak terjadi kepada mereka."

Baca juga: Bagaimana nasib Harry dan Meghan setelah keluar dari kerajaan?

Baca juga: Ini Alasan pangeran Harry keluar dari Kerajaan Inggris

Baca juga: Label fesyen papan atas melirik Meghan Markle

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar