Dinas Pendidikan tunda pelaksanaan ujian nasional SMA/SMK

id Dinas pendidikan jatim, ujian nasional, ujian nasional ditunda, ujia sma dan smk

Dinas Pendidikan tunda pelaksanaan ujian nasional SMA/SMK

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan USP BKS di SMAN 6 Surabaya beberapa waktu lalu. (ANTARA Jatim/Humas Pemprov Jatim/FA)

Surabaya (ANTARA) - Dinas Pendidikan Jawa Timur menunda pelaksanaan Ujian Nasional jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang sedianya digelar pada 30 Maret hingga 2 April menjadi menjadi 6-9 April 2020.

"Penundaan ini berkaitan dengan pemantauan dan tindak lanjut antisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan pendidikan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi kepada wartawan di Surabaya, Minggu.

Ia juga mengaku terus berupaya melakukan pencegahan terhadap merebaknya COVID-19, salah satunya dengan sosialiasasi dan mengingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kepada seluruh satuan pendidikan, kata dia, telah diminta memasang baliho atau spanduk terkait imbauan pencegahan penyebaran virus penyebab COVID-19.

"Terkait desain, warna dan isi baliho atau spanduk diserahkan kepada cabang dinas pendidikan atau satuan pendidikan masing-masing dengan mengacu pada imbauan yang dikeluarkan oleh lembaga resmi pemerintah," ucap mantan Kepala Dinas Perhubungan Jatim tersebut.

Sementara itu, Ketua Aliansi Pelajar Surabaya Aryo Seno Bagaskoro menilai penundaan ujian nasional tingkat SMA/SMK merupakan solusi tepat di tengah meluasnya wabah COVID-19, terutama di Jatim yang penderitanya semakin bertambah.

"Karena seharusnya seminggu lagi sudah harus ujian nasional, tapi kondisinya masih seperti ini maka keputusan penundaan menjadi langkah tepat dan solutif," katanya.

Baca juga: Guru diminta manfaatkan waktu penundaan UN

Ia juga berpesan kepada peserta ujian nasional untuk tetap semangat meski persiapannya harus dilalui dengan belajar di rumah.

Baca juga: Anies tunda ujian nasional SMA dan SMK se-DKI Jakarta

Menurut dia, dukungan secara moril dan mental dari para guru diharapkan untuk siswa agar proses ujian nasional dapat dijalankan dengan baik serta lancar.

"Persiapan mental menghadapi ujian nasional memang lebih kompleks dan membutuhkan energi luar biasa. Teman-teman calon peserta ujian nasional harus selalu semangat," katanya.

Baca juga: UN Kaltim ditunda

Selain itu, ia meminta para siswa untuk menjaga kesehatannya di tengah wabah COVID-19, menjalankan protokol pencegahan seperti anjuran pemerintah, termasuk menjalankan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar