Pengunjung dan pedagang pasar di Bartim diminta gunakan masker

id Pemkab bartim, bartim, barito timur, tamiang layang, masker, corona, covid 19, pasar

Pengunjung dan pedagang pasar di Bartim diminta gunakan masker

Kepala Dinas Kesehatan Barito Timur dr Simon Biring. (Foto Antara Kalteng/Habibullah)

Tamiang Layang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah meminta pengunjung dan pedagang di Pasar Temanggung Djaya Karti Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur dan Pasar Beringin Ampah, Kecamatan Dusun Tengah menggunakan masker dan sarung tangan guna memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Bartim Simon Biring di Tamiang Layang, Sabtu mengatakan, penerapan penggunaan masker dan sarung tangan tersebut sudah kami koordinasikan dengan Dinas Perdagangan Bartim.

"Pasar juga harusnya ada posko yang dilengkapi 'thermoscaner'. Jika ada pedagang maupun pengunjung yang memiliki suhu tubuh di atas 37 derajat celsius, agar segera dibawa ke puskesmas terdekat atau diimbau tidak memasuki pasar," katanya.

Ia menjelaskan, penggunaan masker juga untuk mencegah penularan dari orang tanpa gejala (OTG) yang bisa saja berkeliaran dimana saja, termasuk pasar. Untuk itu, pengunjung dan pedagang diminta menerapkan protokol kesehatan yang sudah disampaikan, seperti mencuci tangan ketika memasuki pasar.

Selanjutnya kembali mencuci tangan setelah berbelanja atau berdagang saat pulang ke rumah, merendam pakaian pada air berisi deterjen, sedangkan orangnya, bisa langsung membersihkan diri dengan mandi.

"Disiplin menerapkan protokol kesehatan merupakan langkah yang sangat baik, guna memutus rantai penyebaran COVID-19 di Bartim," jelas Simon.

Penerapan mengunakan masker juga diwajibkan kepada pengunjung dan pedagang pasar mingguan, seperti di Pasar Jaar Kecamatan Dusun Timur, Pasar Ampah Kecamatan Dusun Tengah, Pasar di Pasar Panas Kecamatan Benua Lima, Pasar Bentot di Kecamatan Patangkep Tutui dan pasar mingguan lainnya di wilayah Bartim. 

Sementara itu, Simon juga menjelaskan bahwa saat ini semua jemaah tablig Gowa asal Bartim, sudah mengikuti 'rapid test' atau tes cepat COVID-19 dengan hasil negatif.

"Hasil rapid tesnya negatif. Semua yang sudah mengikuti pemeriksaan sesuai protokol organisasi kesehatan dunia (WHO), kami berikan keterangan sehat," katanya.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar