Ibu ketua geng motor Ezto kritik kepolisian terkait penangkapan anaknya

id geng motor Ezto,Medan,Ibu ketua geng motor Ezto kritik kepolisian terkait penangkapan anaknya,orang tua geng motor

Ibu ketua geng motor Ezto kritik kepolisian terkait penangkapan anaknya

Ibu ketua geng motor Ezto. (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Pihak kepolisian berhasil menangkap ketua geng motor Ezto yakni Fernando Imanuel Sinurat alias Nando bersama dua anggotanya, Daniel MT Sinurat alias Anin yang tak lain adalah adik kandung Nando, dan Jonathan Roy Putra Hutapea.
 
Ketiga tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 170 KUHPindana tentang Pengrusakan Barang atau Orang dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.
 
Penangkapan tersebut malah mendapat kritikan dari ibu ketua geng motor tersebut. Hal itu disampaikannya dalam sebuah video yang viral di sosial media.
 
Dalam video yang berdurasi lebih dari tiga menit itu, seorang wanita yang diketahui bernama Shinta Rumata Simanjuntak mengaku tak terima anaknya ditangkap oleh pihak kepolisian.
 
"Apakah pasal 170 itu begitu mengerikan sehingga kedua anak saya dilakukan seperti teroris, seperti pengedar narkoba atau seperti penjahat yang sekelas dengan itu," ujarnya.
 
Dalam video itu dia juga memohon perhatian dan perlindungan kepada Menkumham, Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan dan Kabid Propam Sumut, kerena merasa mendapat perlakuan yang tidak adil.
 
"Mohon diviralkan kepada bapak Jokowi untuk boleh mendapat pertolongan dan keadilan anak saya yang sudah dizolimi," ujarnya.
 
Menanggapi hal tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir dalam konferensi pers yang digelar di Mako Polrestabes Medan, Kamis (14/5) menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di Kota Medan.
 
"Sekali lagi kami katakan bahwa kami akan menindak tegas para pelaku kejahatan di Kota Medan ini," katanya.
 
Baca juga: Polisi tangkap ketua geng motor penyerang perumahan guru

Sebelumnya, penyerangan yang dilakukan geng motor Ezto terjadi pada Minggu (24/3) sekitar pukul 00.30 WIB di Perumahan Guru Lama Jalan Pembangunan V, Tanjung Gusta, Medan.
 
Kejadian itu mengakibatkan seorang remaja, Riko Lumban Raja (16) terluka parah dan tidak sadarkan diri selama 6 hari.
 
Kejadian bermula saat puluhan pemuda yang mengendarai sepeda motor awalnya menyerang rumah Jojo, yang merupakan teman korban di Jalan Pembangunan V. Rumah itu dilempari dengan batu.
 
Baca juga: Mantan anggota geng motor diberi tugas sebagai pengibar bendera Merah Putih

Jojo mampu menyelamatkan diri ke rumah warga, namun rumahnya dilempari dengan batu. Sementara Riko yang berada sekitar lokasi menjadi bulan-bulanan. Dia dihajar beramai-ramai secara brutal.
 
Riko tergeletak berlumur darah dan tak berdaya. Tubuhnya pun sempat dilindas sepeda motor. Tubuh Rico ditemukan polisi di tengah jalan, sekitar 100 meter dari rumah Jojo dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
 
Hingga saat ini petugas telah berhasil mengamankan 8 orang tersangka dan menetapkan 10 orang berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang).

Baca juga: Lima anggota geng motor ditembak polisi

Baca juga: Polisi tangkap anggota geng motor buronan kasus pengeroyokan

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar