Tak ada pengalihan arus saat aksi unjuk rasa FPI di DPR/MPR RI

id unjuk rasa FPI di DPR/MPR RI,FPI,Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya ,Tak ada pengalihan arus saat aksi unjuk rasa FPI di DPR/MPR RI

Tak ada pengalihan arus saat aksi unjuk rasa FPI di DPR/MPR RI

Sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam Banyuwangi Bela Bangsa melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Banyuwangi, Jawa Timur. Ilustrasi. DOK (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/kye/17.)

Jakarta (ANTARA) - Petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berupaya tidak menerapkan pengalihan arus kendaraan saat Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.

"Kita akan upayakan agar tidak ada pengalihan arus dan situasional," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Namun, Sambodo menuturkan petugas akan mengalihkan arus kendaraan jika massa berunjuk rasa memenuhi jalan yang berdampak terhadap kepadatan lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Baca juga: Tak pedulikan perpanjangan izin, FPI diingatkan soal aturan negara

Baca juga: Dubes Arab Saudi tak jelaskan terkait pencekalan Habib Rizieq


Saat jalur tertutup massa menurut Sambodo petugas akan mengalihkan arus lalu lintas kendaraan, namun berupaya agar bus Tranjakarta tetap dapat melintasi jalur di depan Gedung DPR/MPR RI.

Sebelumnya, FPI dan sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis bakal menggelar demonstrasi di depan gedung DPR/MPR RI pada Rabu.

Anggota kumpulan ormas itu mendesak pemerintah dan DPR RI menghentikan pembahasan soal Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis menyatakan akan memperjuangkan agar pemerintah dan anggota perwakilan rakyat mencabut rencana pembahasan RUU itu.

Baca juga: Mendagri masih kaji izin ormas FPI

Baca juga: FPI tetap adakan Musda meski ditolak sejumlah ormas

Baca juga: Perpanjangan izin FPI belum diberikan, ini alasannya

 

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar