Pejabat di kantor Bupati Barito Utara akan di swab

id pejabat teras setda barito utara ,pejabat kantor bupaati barut,petinggi barut akan diswab,klaster surabaya,bupati barut nadalsyah

Pejabat  di kantor Bupati Barito Utara akan  di  swab

Bupati Barito Utara H Nadalsyah didampingi Kapolres AKBP Dodo Hendro Kusuma, Wakil Bupati Sugianto Panala Putra dan Plt Kepala Dinas Kesehatan H Siswandoyo memberikan keterangan pers di rumah jabatan bupati setempat di Muara Teweh, Senin (29/6/2020).ANTARA/Kasriadi

Muara Teweh (ANTARA) - Sejumlah pejabat  di lingkungan Sekretariat Daerah atau Kantor Bupati Barito Utara akan dilakukan tes usap atau test swab menyusul seorang asisten Setda dan kepala dinas setempat terkonfirmasi positif COVID-19. 

"Kita sudah rapat dengan pak Wakil Bupati Sugianto Panala Putra terkait hal itu, kita nantinya akan melakukan test swab langsung, jadi mungkin satu dua hari kedepan, kita melakukan swab, khususnya yang pernah terkontak dengan almarhum (tuan SP) dan asisten yang juga istrinya (nyonya IK)," kata Bupati Barito Utara H Nadalsyah kepada wartawan di rumah jabatan bupati setempat di Muara Teweh, Senin.

Almarhum tuan SP merupakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barito Utara yang meninggal dunia pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 14.30 WIB di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya yang dimakamkan secara protokol kesehatan meski hasil swab belum keluar dan pada Minggu (28/6) hasil laboratorium swab PCR menunjukan positif COVID-19.

Kemudian hasil swab istri tuan SP nyonya IK  yang merupakan  salah satu asisten di Setda Barito Utara dan putranya AA  juga dinyatakan konfirmasi positif COVID-19. 

"Jadi terkait kontak erat dengan almarhum dan istrinya yang merupakan klaster Surabaya, maka petinggi-petinggi di kantor Setda akan dilakukan swab," katanya lagi.

Menurut Nadalsyah, selama ini pihaknya sudah melakukan rapid test, bahkan  Wakil Bupati Sugianto Panala Putra  sudah beberapa kali mengikuti rapid test termasuk almarhum pun dan istrinya mengikuti tes cepat, ternyata hasilnya semua negatif. Bahkan seperti almarhum sampai mendekati akhir hayatnya hasil rapid test ternyata beliau non reaktif.

Karena sudah beberapa kali rapid test kita selalu negatif, pihaknya khawatir kejadian seperti almarhum.

"Nah inilah kami berkesimpulan, seluruh petinggi-petinggi di sekretariat khususnya di kantor pemkab, swab langsung saja nanti, supaya hasilnya lebih akurat," kata dia.

Nadalsyah menjelaskan, sesuai bahasa medisnya  ada dua rapid test, yakni ada reaktif palsu dan ada non reaktif palsu, kalau reaktif palsu itu menguntungkan  berarti begitu di swab dia negatif, akan tetapi kalau non reaktif palsu berarti itu sangat merugikan orang banyak, dia merasa sehat tidak apa-apa ternyata ditubuhnya ada virus, jadi rapid test ini tidak selalu menjamin.

"Melihat kondisi ini berarti almarhum tadi adalah non reaktif palsu jadi setelah di swab yang bersangkutan menjadi positif," ucapnya.

Terkait kontak erat klaster Surabaya, tim gugus tugas telah melakukan tes cepat atau "rapid test" terhadap  58 orang pegawai Dinas Lingkungan Hidup Barito Utara dengan hasil dua orang dinyatakan reaktif dan  menjalani perawatan di RSUD Muara Teweh, sedangkan lainnya non reaktif.

Bupati juga telah meminta kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan setempat tim gugus tugas untuk melakukan pelacakan terhadap kontak erat para pasien COVID-19 tersebut.

"Tolong bagi yang merasa terkontak dengan beliau (tuan SP) agar segera melaporkan kepada Dinas Kesehatan atau tim gugus tugas agar memeriksakan diri dan  kesehatan mereka kita pantau, sehingga tidak menyebarkan virus ini ke masyarakat lainnya," tegas dia.   

Baca juga: Kasus positif COVID-19 Barut bertambah tujuh orang

Baca juga: Hasil test swab Kadis LH Barut dinyatakan positif COVID-19

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar