Lembaga Multimedia Betang Harati bagikan masker di puskesmas

id Lembaga Multimedia Betang Harati bagikan masker di puskesmas, virus Corona, COVID-19

Lembaga Multimedia Betang Harati bagikan masker di puskesmas

Ketua Lembaga Multimedia Betang Harati Muhamad Faisal (kanan), ketika memberikan bantuan masker untuk tim kesehatan di Puskesmas Marina Permai, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Palangka Raya (ANTARA) - Lembaga Multimedia Betang Harati membantu memerangi pandemi COVID-19 dengan cara membagikan masker gratis di Palangka Raya untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Ketua Multimedia Betang Harati M Faisal mengatakan pihaknya telah membagikan ratusan masker kepada masyarakat dan petugas kesehatan yang ada di kota setempat.

"Pembagian masker tersebut sebetulnya sudah selesai beberapa bulan lalu, kami berikan ke para tukang bangunan dan pegawai puskesmas ketika menjalankan tugasnya sebagai sehari-hari," kata Faisal di Palangka Raya, Kamis.

Dia menuturkan, saat itu masker sangat sulit untuk didapatkan. Melihat kondisi itu pihaknya berinisiatif untuk membuat masker kain yang dipesan di tukang jahit.

Ratusan masker kain tersebut kemudian dibagikan kepada mereka yang sangat memerlukan. Pembagian masker tersebut bertujuan agar masyarakat serta pegawai kesehatan yang ada di puskesmas tidak terpapar COVID-19.

"Setidaknya apa yang dilakukan Lembaga Multimedia Betang Harati bisa membantu masyarakat dan pegawai puskesmas agar mereka tidak tertular wabah yang dapat membahayakan nyawa manusia apabila terpapar," harap Faisal.

Melihat jumlah pasien COVID-19 dalam beberapa hari ini terus meningkat grafiknya, tidak menutup kemungkinan lembaga yang dikelola oleh anak-anak muda di Kota Palangka Raya ini akan kembali melakukan hal serupa.

Pihaknya juga akan kembali rapat dan mencarikan anggaran untuk pembuatan masker yang nantinya akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan pegawai kesehatan yang kini menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi COVID-19.

"Insya Allah kegiatan serupa akan kami lakukan kembali, sebab kebutuhan penggunaan masker ini tidak bisa ditentukan sampai kapan, sebelum vaksin virus tersebut ditemukan," demikian Faisal.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar