KPU Kalteng lakukan 'rapid test' terhadap 6.051 PPDP

id harmain ibrohim,kpu kalteng,pilkada kalteng,pilkada 2020,KPU Kalteng lakukan 'rapid test' terhadap 6.051 PPDP,Tes cepat,covid 19,corona

KPU Kalteng lakukan 'rapid test' terhadap 6.051 PPDP

Ketua KPU Kalteng, Harmain Ibrohim (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Tengah melakukan rapid test atau tes cepat terhadap 6.051 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang akan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada serentak 2020.

"Total PPDP seluruh Kalteng sebanyak 6.051 petugas. Untuk memastikan mereka tidak terpapar COVID-19 saat mencoklit, maka KPU kabupaten/kota melakukan rapid test," kata Ketua KPU Provinsi Kalimantan Tengah, Harmain Ibrohim di Palangka Raya, Senin.

Dia menjamin bahwa petugas pemutakhiran data pemilih yang menjalankan tugasnya pada 15 Juli sampai 13 Agustus telah dinyatakan tidak terjangkit virus Corona jenis baru atau COVID-19.

"Hal itu untuk menjamin keamanan dan keselamatan penyelenggara yang bertugas dan masyarakat yang menjadi sasaran coklit. Tak hanya itu, saat bertugas nanti, PPDP juga akan dibekali dengan alat pelindung diri dan menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Di antara protokol kesehatan yang diterapkan yaitu menggunakan masker, menggunakan pelindung wajah, menjaga jarak fisik antara petugas dan masyarakat sasaran coklit.

"Bahkan, dalam rangka menjamin keselamatan petugas dan masyarakat kami telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah seperti tim gugus tugas," katanya.

Di antara bentuk kerja sama itu adalah, pemerintah daerah siap memfasilitasi pendampingan bidang kesehatan. Contohnya seperti para pelaksanaan rapid test massal petugas dan sarana hingga pelaksanaan tes dilakukan pemerintah daerah.

Harmain meminta nantinya jika ada PPDP yang datang masyarakat tidak melakukan penolakan, karena selain dilengkapi alat pelindung diri petugas juga dilengkapi dengan tanda pengenal yang jelas yang direkatkan di lengan.

Saat petugas pemutakhiran data pemilih datang, masyarakat diminta untuk menyiapkan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk yang nantinya digunakan sebagai alat pencocokan dan penelitian data sebagai calon pemilih.

"Kami juga mengajak masyarakat mengecek namanya apakah sudah ada di daftar pemilih tetap atau belum. Jika belum terdaftar agar dapat segera melaporkan diri ke KPU setempat," katanya.



 

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar