Satgas COVID-19 Palangka Raya dapati pengusaha kuliner abaikan protokol kesehatan

id Palangka raya, sanksi tempat usaha langgar protokol kesehatan, covid 19, virus corona

Satgas COVID-19 Palangka Raya dapati pengusaha kuliner abaikan protokol kesehatan

Pengunjung kafe di Palangka Raya membeludak dan tidak menerapkan jarak fisik. (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mendapati pengusaha kuliner mengabaikan penerapan protokol kesehatan.

"Kami bersama tim telah melakukan pemantauan di lapangan. Hasilnya sejumlah pengusaha kuliner tidak menerapkan protokol kesehatan secara penuh," kata Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Palangka Raya, Emi Abriyani, Minggu.

Ia menerangkan lokasi temuan itu berada di kawasan pusat kuliner Jalan Yos Sudarso. Pemilik rumah makan tak mampu memastikan pengunjung menerapkan protokol kesehatan, terutama terkait pemberlakuan jarak fisik.

Jumlah kursi dan meja yang disediakan pengelola terlalu banyak, serta pengunjung disana juga sangat ramai sehingga jarak fisik antara satu dan lainnya tak terjaga.

"Belum lagi sebagian pengunjung juga tidak menggunakan masker," kata Emi sembari menceritakan proses pemantauan yang dilaksanakan Sabtu malam.

Menurutnya, banyaknya kerumunan tanpa menjaga jarak fisik minimal sangat rentan terjadi penularan COVID-19. Untuk itu, sebagai bentuk sanksi pengelola diberikan surat teguran pertama dengan harapan dapat melakukan perbaikan atau koreksi.

Surat teguran itu yang pertama. Setiap malam pihaknya akan pantau apakah penerapan protokol kesehatan dilaksanakan. Jika tetap dilanggar akan diberikan teguran sebanyak tiga kali.

"Kalau masih bandel dapat dikenakan sanksi denda hingga pencabutan izin usaha," tegas Emi.

Dijelaskannya salah satu cara paling ampuh mencegah kerumunan di kawasan pengusaha kuliner yakni mengurangi jumlah meja dan kursi yang disediakan untuk pengunjung.

Sementara itu, di lokasi berbeda, Menteng Asmin yang merupakan pengelola Asmin Cafe yang dinilai tak mampu menerapkan protokol kesehatan mengatakan, kerumunan terjadi karena pengunjung banyak yang "nongkrong" usai makan.

"Jumlah meja ada sekitar 50 tetapi satu meja ada dua kursi. Kalau dulu empat kursi untuk satu meja. Untuk jarak fisik ini kami kewalahan, apalagi kalau malam minggu dan cuacanya bagus akan banyak pengunjung yang datang," jelasnya.

Pihaknya pun berjanji melakukan perbaikan dengan mengurangi jumlah meja dan kursi, serta kembali mengatur jarak fisik agar tidak terjadi penumpukan pengunjung.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar