Cerita pedagang es kelapa yang tak pernah nunggak iuran JKN-KIS

id bpjs kesehatan muara teweh,peserta jkn-kis,pedagang es kelapa

Cerita pedagang es kelapa yang tak pernah nunggak iuran JKN-KIS

Nuraidah seorang pedagang es kelapa peserta JKN-KIS di Muara Teweh, Senin (29/6/2020).ANTARA/HO-BPJS Kesehatan Muara Teweh

Muara Teweh (ANTARA) - Memasuki tahun ke-7 program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berjalan. Di balik perjalanannya tersebut, banyak kisah inspiratif yang layak untuk diceritakan ke banyak orang, salah satunya datang dari Nuraidah (52)  warga Muara Teweh Kabupaten Barito Utara. 

Peserta JKN-KIS yang terdaftar sejak 2016 lalu ini menceritakan kesannya di Muara Teweh, Senin.

Ibu dua orang anak ini sangat menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Penghasilan sehari-hari yang didapatnya dari hasil berdagang es kelapa, tak membuatnya berpikir dua kali untuk mendaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau biasa dikenal dengan peserta mandiri di kelas 3.

Dengan terdaftar sebagai peserta mandiri, berarti ia memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran iuran tiap bulannya. Nuraidah tak pernah sakit dan tak pernah menunggak membayar iuran. Keikhlasannya untuk ikut bergotong-royong dalam program JKN-KIS dapat menjadi contoh bagi peserta yang lainnya.

“Saya tulus, dari hati saya, untuk jadi peserta JKN-KIS, niatnya untuk bantu orang lain lain yang sakit. Kalau memang suatu saat saya yang sakit, sudah tenang karena punya JKN-KIS. Tetapi Alhamdulillah, sampai sekarang ini saya belum pernah pakai kartunya untuk berobat,” ucapnya dengan penuh syukur.

Ia pun percaya dengan niat baiknya, maka rezeki dari Tuhan akan semakin banyak dilimpahkan kepadanya. Walau penghasilan tidak tetap namun rutin bayar iuran JKN-KIS baginya tetap menjadi yang utama.

“Penghasilan saya memang tidak tetap, namun saya percaya kalau rezeki sudah ada yang ngatur. Tinggal berusaha, rezeki itu kan bukan cuma uang, sehat juga rezeki. Saya sekeluarga berdoa semoga selalu diberi kesehatan, jadi iuran yang saya bayar bisa berguna bagi orang lain yang butuh,” harapnya.

Nuraidah juga berdoa semoga kesadaran peserta JKN-KIS lainnya dalam pembayaran iuran akan terus meningkat sehingga Program JKN-KIS tetap terus memberikan manfaat bagi orang banyak.

"Semoga program JKN-KIS terus ada dan kita semua bisa terus ikhlas untuk bantu yang lain, yang sakit. Jangan lupa bayar iuran setiap bulan dan jaga kesehatan,"tutur Nuraidah.

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar