Basarnas evakuasi jenazah ABK asal Filipina

id Banda Aceh, jenazah ABK asal Filipina,Basarnas evakuasi jenazah ABK asal Filipina

Basarnas evakuasi jenazah ABK asal Filipina

Anggota Basarnas bersama petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan mengenakan alat pelindung diri saat mengevakuasi jenazah Anak Buah Kapal (ABK ) Jason P Padoang, warga negara Filipina dari kapal tangker MV Morandi berbendera Malta ke Kapal Nasional Kresna di Teluk Benggala, Pulau Sabang , Aceh, Selasa (13/10/2020). ABK MV Morandi Jason P Padoang itu meninggal dunia dalam perjalanan dari Ukrania tujuan China setelah sebelumnya mengalami demam tinggi, batuk kering, lambung dan serangan jantung dan dievakuasi ke daratan Banda Aceh yang kemudian diterbangkan ke negara asalnya Filipina. ANTARA FOTO/Ampelsa/wsj.

Banda Aceh (ANTARA) - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh mengevakuasi jenazah anak buah kapal kargo MV Morandi, warga negara (WN) Filipina yang meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya di Selat Benggala, wilayah Perairan Aceh.

Kepala Basarnas Banda Aceh Budiono di Banda Aceh, Selasa menjelaskan warga Filipina atas nama Jason P Padaong (48) itu meninggal dunia pada Kamis (8/10) pukul 04.55 WIB.

"Evakuasi jenazah warga negara Filipina tersebut menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Informasinya, yang bersangkutan menderita akut lambung, jantung, dan demam," kata Budiono.

Budiono menyebutkan pemintaan evakuasi jenazah disampaikan dua hari sebelumnya. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna. Evakuasi berlangsung di perairan antara Ulee Lheue, Banda Aceh dan Pulau Weh, Sabang, Selasa (13/10) sekira pukul 11.40 WIB.

"MV Morandi merupakan kapal kargo berbendera Malta. Kapal berlayar dari Yunzhny, Ukraina dengan tujuan Qingdoy, China. Evakuasi berjalan tanpa kendala meski perairan bergelombang," kata Budiono.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Banda Aceh Feri Irawan mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Penanganan jenazah menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan disinfeksi atau penyemprotan. Petugas yang mengevakuasi menggunakan alat pelindung diri. Jenazah baru diizinkan dievakuasi ke kapal SAR setelah semua proses dilakukan sesuai prosedur," katanya.

Ia menambahkan jenazah dimasukkan dalam peti kayu. Selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Dari pelabuhan, jenazah dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

"Jenazah dibawa ke ruang jenazah RSUDZA. Petugas di rumah sakit tersebut sudah disiapkan untuk penanganan sesuai protokol kesehatan. Selanjutnya jenazah diterbangkan ke negara asal melalui Jakarta," demikian Feri Irawan.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar