Palaku Jumat bantu UMKM di Kalteng tetap produktif di masa pandemi

id Palaku jumat, ojk kalteng, otoritas jasa keuangan, kalimantan tengah, ubah laku, protokol kesehatan, covid 19, virus corona, bulan inklusi keuangan, l

Palaku Jumat bantu UMKM di Kalteng tetap produktif di masa pandemi

Gambar tangkapan layar kegiatan pasar virtual Palaku Jumat yang dilaksanakan OJK Kalteng serta disiarkan secara langsung menggunakan media sosial, Palangka Raya, Jumat, (16/10/2020). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar sejumlah kegiatan guna mendukung pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tetap produktif meski di tengah pandemi COVID-19.

"Salah satunya kami mencoba menyelenggarakan kegiatan pasar virtual yang dinamakan Palaku Jumat," kata Kepala OJK Kalteng, Otto Fitriandy di Palangka Raya, Jumat.

Palaku Jumat dilaksanakan sekaligus mendukung Bulan Inklusi Keuangan pada Oktober 2020. Untuk itu kegiatan ini digelar setiap Jumat hingga akhir bulan mendatang.

Melalui pasar virtual ini kami memfasilitasi para pelaku UMKM di Kalteng mempromosikan produk yang dimiliki, sekaligus menjualnya secara daring kepada masyarakat.

Kegiatan pasar virtual ini pihaknya selenggarakan dengan disiarkan secara langsung di sejumlah sosial media yang memiliki banyak pengikut, diantaranya Instagram.

Otto memaparkan, pasar virtual dinilai sebagai suatu inovasi yang tepat dan menjadi sarana bagi para pelaku UMKM berjualan tanpa harus khawatir dengan potensi penyebaran COVID-19.

"Kita tahu bersama, di masa pandemi semua harus berhati-hati, termasuk menghindari terjadinya pengumpulan massa atau kerumunan," ucapnya.

Baca juga: Dukung Bulan Inklusi Keuangan, OJK Kalteng gelar sejumlah kegiatan menarik

Baca juga: IPOJK dan IIPOJK berikan bantuan ke RSUD Doris Sylvanus dan pesantren


Jika kegiatan pasar tatap muka pihaknya selenggarakan di masa pandemi, tentu akan banyak risiko yang diambil karena potensi berkumpulnya orang banyak akan semakin meningkat.

Untuk itulah pihaknya memilih berinovasi dengan kegiatan Palaku Jumat, mengusung konsep pasar virtual. Kegiatan ini sekaligus mendorong pelaku UMKM di Kalteng lebih terbuka dengan kemajuan teknologi informasi, serta mampu memanfaatkannya secara optimal.

"Terlaksananya Palaku Jumat, membuat para pelaku UMKM merasa terbantu khususnya untuk mempromosikan produknya," ungkap Otto.

Baca juga: Waspada! Fintech ilegal masih incar masyarakat terdampak pandemi COVID

Baca juga: 20 ribu rekening diperuntukan bagi pelajar di Kalteng


Palaku Jumat telah pihaknya gelar sebanyak satu kali pada hari ini. Dalam kegiatan tersebut banyak pelaku UMKM berpartisipasi, mempromosikan maupun menjual produknya secara daring kepada masyarakat.

Otto menegaskan, melalui pasar virtual ini pihaknya tak hanya menginginkan terjadinya transaksi secara langsung pada saat kegiatan, tetapi pemanfaatan secara lebih luas sebagai sarana promosi sehingga jangkauan pemasaran produk UMKM semakin meningkat.

Selain itu, mendukung Bulan Inklusi Keuangan, pihaknya juga menggelar kegiatan lain seperti OJK Ngopi Milk yakni OJK ngobrol daring pelaku industri milenial Kalteng, hingga business matching webinar pelaku UMKM dengan lembaga jasa keuangan.

Kemudian pengembangan inklusi pariwisata di kawasan Sungai Hitam Kereng Bangkirai, pengembangan Desa Inklusi Keuangan di kawasan food estate, Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan banyak kegiatan lainnya.

Seluruh kegiatan tersebut diharapkan mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan memberikan akses keuangan seluas-luasnya kepada para pelaku UMKM.

Baca juga: IPOJK dan IIPOJK berikan bantuan kepada korban banjir di Kalteng

Baca juga: Pemkab Lamandau-OJK perkuat koordinasi sukseskan PEN

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar