Ditemukan fakta baru dari kasus kebakaran Kejagung

id kasus kebakaran Kejagung,Ditemukan fakta baru dari kasus kebakaran Kejagung,Ferdy Sambo,kebakaran Kejagung

Ditemukan fakta baru dari kasus kebakaran Kejagung

Api membakar gedung Kejaksaan Agung di Jakarta, Sabtu (22/8/2020). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)

Jakarta (ANTARA) - Penyidik dalam kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung menemukan fakta baru bahwa nama perusahaan cleaning service PT APM dipinjam oleh dua orang.

Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka RS yang merupakan Dirut PT APM.

"RS adalah satu dari delapan tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ferdy Sambo saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka RS bahwa PT APM dipinjam bendera perusahaannya oleh dua orang berinisial Mai dan SW.

Baca juga: Dinilai kooperatif, penyidik tak tahan 7 tersangka kebakaran Kejagung

Menurut dia, penyidik akan segera memeriksa Mai dan SW.

"Keduanya akan diperiksa penyidik pada hari Selasa, 3 November 2020," ujar jenderal bintang satu itu.

Polri telah memeriksa 64 saksi dalam penyidikan kasus kebakaran Kejagung ini.

Setelah gelar perkara Bareskrim bersama Kejagung, penyidik menyimpulkan penyebab awal kebakaran berasal dari kelalaian aktivitas merokok lima orang tersangka yang merupakan tukang bangunan saat mereka bekerja di Aula Biro Kepegawaian Lantai 6 Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Baca juga: Delapan tersangka kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung

Api cepat menjalar dipicu adanya sisa cairan pembersih Top Cleaner yang ada di setiap lantai. Cairan pembersih itu ternyata mengandung solar.

PT APM merupakan perusahaan yang disebut menjalin kerja sama dengan NH, pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejagung dalam pengadaan minyak pembersih Top Cleaner.

Delapan orang akhirnya ditetapkan menjadi tersangka dengan inisial S, H, T, K, IS, UAM, RS, dan NH. Tersangka S, H, T dan K adalah tukang bangunan, IS adalah tukang wallpaper, UAM merupakan mandor. Sementara RS adalah Direktur PT APM. NH adalah pejabat pembuat komitmen Kejaksaan Agung.

Para tersangka dikenai Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga 5 tahun penjara.

Baca juga: Penyidik Bareskrim periksa 'maraton' terkait kasus kebakaran Kejagung

Baca juga: Hilangkan barang bukti, MAKI minta Kejagung tetapkan AIJ sebagai tersangka

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar