Tabrak truk sampah, jurnalis Metro TV tewas seketika

id jurnalis Metro TV tewas,Tabrak truk sampah,Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur,Isfan Harun Ramadhan

Tabrak truk sampah, jurnalis Metro TV tewas seketika

Jurnalis Metro TV tewas akibat menabrak truk sampah di Cakung

Jakarta (ANTARA) - Seorang pengendara sepeda motor yang tewas akibat menabrak truk pengangkut sampah di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Ahad pagi, adalah jurnalis Metro TV.

Informasi itu diketahui berdasarkan kartu identitas korban yang mencantumkan logo perusahaan Metro TV dan foto. Korban bernama Isfan Harun Ramadhan (23).

"Ya betul, yang bersangkutan memiliki kartu identitas Metro TV," kata Kanit Laka Lantas Polrestro Jakarta Timur AKP Teguh Achrianto di Jakarta.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor jenis Vespa Piagio B 4134 KPH yang dikendarai korban dengan truk sampah bernomor polisi B 9712 TOQ.

Menurut Teguh, korban sedang berkendara dari arah barat menuju timur melalui Jalan Raya Bekasi sekitar pukul 06.30 WIB.

Baca juga: Polisi kerahkan anjing pelacak untuk ungkap kasus pembunuhan editor Metro TV

Baca juga: Ditemukan ada luka tusuk dan bekas pukulan di tubuh editor Metro TV

Saat sampai di depan PT Toshiba, sepeda motor korban oleng ke kiri dan menabrak bagian belakang truk yang bermuatan sampah.
Korban meninggal di tempat setelah mengalami pendarahan di kepala yang cukup parah.

"Pengemudi Isfan Harun Ramadhan meninggal dunia di TKP, kemudian dievakuasi ke RSCM," katanya.

Pemimpin Redaksi Metro TV Arief Suditomo membenarkan bahwa korban merupakan reporter Metro TV.

"Iya betul itu reporter Metro TV. Saya nggak bisa ngomong lagi, saya lagi urus jenazahnya. Tapi saya konfirmasinya itu betul," katanya kepada wartawan di RSCM.

Jenazah korban kemudian dibawa menuju rumah duka di Komplek Alinda Kencana, Kaliabang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Editor Metro TV dibunuh, polisi periksa 20 saksi

Baca juga: Polisi sebut hasil autopsi editor Metro TV positif gunakan narkoba


Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar