Tingkatkan PAD, masyarakat Palangka Raya diajak taat bayar pajak

id aratuni d djaban,palangka raya,bpprd palangka raya,taat dan tepat waktu membayar pajak,masyarakat Palangka Raya diajak taat bayar pajak, Pendapatan As 304 Views

Tingkatkan PAD, masyarakat Palangka Raya diajak taat bayar pajak

Loket pelayanan di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Palangka Raya (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mengajak masyarakat di kota setempat taat dan tepat waktu membayar pajak, sebagai bentuk partisipasi dalam menyukseskan pembangunan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Dengan membayar pajak, berarti seseorang telah berkontribusi besar dalam pembangunan. Untuk itu ayo masyarakat dan juga para pelaku usaha taat dan tepat waktu dalam membayar pajak," kata Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban di Palangka Raya, Jumat.

Dia mengatakan setiap pajak dan retribusi yang dibayarkan masyarakat akan dikembalikan lagi dalam bentuk program pemerintah baik pembangunan fisik maupun non fisik.

Baca juga: Persepun berikan bantuan kepada korban kebakaran di Palangka Raya

"Pajak dan retribusi yang dibayar masuk ke Pendapatan Asli Daerah. Jika PAD kita tinggi maka semakin banyak program pemerintah yang disusun dan terealisasi. Sebaliknya jika PAD sedikit maka jumlah program yang dapat dilaksanakan juga terbatas," katanya.

Berdasar data BPPRD Kota Palangka Raya, PAD sektor pajak pada 2020 mencapai 107,88 persen atau sebanyak Rp100 miliar lebih dari target penerimaan pajak senilai Rp92,75 miliar lebih.

Penerimaan dari pajak itu terbagi menjadi 12 sektor yakni pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir.

Kemudian pajak air bawah tanah, sarang burung walet, mineral bukan logam dan batuan, pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Baca juga: Kepala RS Bhayangkara orang pertama divaksin COVID-19 di rumah sakitnya

PAD sektor pajak hotel mencapai Rp6,08 miliar lebih dari target Rp5,32 miliar lebih, pajak restoran Rp12,49 miliar lebih dari target 9,17 miliar lebih dan pajak hiburan senilai Rp1,17 miliar dari target Rp1,02 miliar lebih.

Kemudian pajak reklame senilai Rp1,4 miliar lebih dari target Rp1,33 miliar lebih, pajak penerangan jalan Rp35,15 miliar lebih dari target Rp35 miliar dan pajak parkir Rp663,8 juta lebih dari target Rp590 juta lebih.

Selanjutnya sektor pajak air bawah tanah mencapai Rp114,78 juta lebih dari target Rp80 juta dan pajak sarang burung walet Rp120 juta dari target yang sama senilai RP120 juta.

Pajak mineral bukan batuan dan logam Rp2,26 miliar lebih dari target Rp2,26 miliar lebih, pajak bumi dan bangunan Rp13,620 miliar lebih dari target Rp14,10 miliar lebih dan pajak BPHTP senilai Rp24,2 miliar lebih dari target yang sama sebanyak Rp24,2 miliar lebih.

Baca juga: Rumah sakit ini dinobatkan sebagai PLKK terbaik se-Kalimantan

Baca juga: Ketua DPRD Palangka Raya ajak masyarakat tak takut divaksin COVID-19

Baca juga: Yakinkan masyarakat, Fairid Naparin tetap ikut divaksin COVID-19

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar