Pemuda Kalteng dipacu kembangkan diri hadapi globalisasi

id Forum pemuda kalimantan tengah, forpeka, sekolah kader lewu harati, food estate, ikn, ibukota negara, kalteng, kalimantan tengah

Pemuda Kalteng dipacu kembangkan diri hadapi globalisasi

Pembukaan Sekolah Kader Lewu Harati yang diselenggarakan Forum Pemuda Kalimantan Tengah (Forpeka) di Palangka Raya, JumatĀ  (13/3/2021). (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan, para pemuda di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah harus terus mengembangkan diri guna menghadapi kemajuan zaman dan ketatnya persaingan di era globalisasi.

"Harus terus meningkatan SDM, khususnya Kalimantan Tengah yang di masa kini menjadi pusat pembangunan nasional seperti food estate," katanya melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Rabu.

Pernyataan itu diungkapkan terkait pelaksanaan Sekolah Kader Lewu Harati yang diselenggarakan Forum Pemuda Kalimantan Tengah (Forpeka) di Palangka Raya.

Anggota Fraksi Golkar itu juga mengatakan, kegiatan tersebut merupakan terobosan yang baik untuk meningkatkan produktivitas pemuda menghadapi berbagai tantangan globalisasi kedepan.

"Pemuda termasuk di Kalimantan Tengah, harus menjadi bagian dalam pembangunan bangsa Indonesia," kata pria yang juga menjadi salah satu pemateri di kegiatan Sekolah Kader Lewu Harati itu.

Saat memaparkan materi bertema "Peran Partai Politik Dalam Penyusunan Kebijakan di Era Kontemporer" dia mengatakan, politik merupakan unsur dari sistem politik yang menjadi tolak ukur kemajuan suatu negara.

Sistem politik adalah mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dalam hubungan satu sama lain yang menunjukan suatu proses yang langsung memandang dimensi waktu, atau melampaui masa kini dan masa yang akan datang.

Pada proses pembuatan kebijakan, partai politik memegang peranan yang sangat besar. Partai politik atau gabungan partai politik mengusung presiden sebagai kepala pemerintahan serta kepala negara di Indonesia yang dipilih secara langsung oleh rakyat.

Dalam menjalankan pemerintahan, presiden sedikit atau banyak dipengaruhi kebijakan partai politik yang mengusungnya seperti menentukan menteri kabinet, mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama untuk menjadi undang-undang. Hal inilah yang secara tidak langsung membuat partai politik atau elit politik dapat memengaruhi proses pembuatan kebijakan melalui badan eksekutif.

Baik itu melalui pengaruh, desakan, lobi maupun persuasi. Partai politik pada dasarnya merupakan sarana penghubung antara masyarakat dan negara, sehingga jika ada hal yang menjadi pertentangan atau kesalahpahaman antara masyarakat dan negara, partai politik dapat menjembatani keduanya.

Jika terdapat kebijakan yang diambil negara yang mungkin tidak sesuai kehendak rakyat, partai politik dalam menjalankan salah satu perannya, yaitu fungsi kontrol terhadap pemerintah, baik melalui kadernya yang duduk di parlemen atau yang berada di luar parlemen.

Sementara itu, Ketua Forpeka Novia Adventy Juran menerangkan acara Sekolah Kader Lewu Harati itu diselenggarakan pada 12 Maret-9 April 2021 dengan menghadirkan narasumber tingkat nasional, diantaranya seperti Anggota DPD RI Dapil Kalteng Agustin Teras Narang.

Peserta kegiatan itu juga diikuti secara terbatas. Dari 150 peserta yang mendaftar, usai diseleksi hanya ditetapkan 30 pemuda dari berbagai kabupaten dan kota di Kalteng yang mengikuti acara tersebut.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar